Akupuntur Tangani Kelumpuhan Pasca Stroke

Akupuntur Tangani Kelumpuhan Pasca Stroke

2239
ilustrasi

Serangan stroke menjadi momok tersendiri, terutama bagi mereka yang memiliki risiko untuk terkena. Tidak sedikit seseorang yang mengalami serangan stroke tidak terselamatkan. Dan bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan pada anggota badannya. Mereka sering kali mengalami hilang ingatan dan kehilangan kemampuan bicaranya. Stroke terjadi karena cabang pembuluh darah terhambat oleh emboli, di mana emboli bisa berupa kolesterol atau udara. Namun jangan khawatir, seseorang yang terkena stroke dapat segera melakukan upaya pemulihan, salah satunya dengan metode akupuntur.

Dokter Spesialis Akupuntur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Dr. Slamet Riyanto, MM, Sp.AK mengatakan stroke adalah kumpulan gejala klinis yang timbulnya mendadak, progresif dan cepat, berupa defisit neurologis fokal dan atau global. Serangan ini berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung dapat menimbulkan kematian, yang lebih disebabkan gangguan peredaran darah otak non traumatik.

Seseorang yang terserang Stroke biasanya akan mengalami kelumpuhan secara mendadak pada sebagian wajah dan sebagian anggota badan. Ia juga akan mengalami gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan (hemisensorik). ”Biasanya wajah atau separuh badan akan lumpuh, penderita biasanya tidak bisa bicara secara mendadak,” katanya.

Mereka yang terserang Stroke, menurut Slamet, akan mengalami perubahan mendadak pada status mentalnya. Biasanya dia juga akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat berkata-kata. Pasca serangan Stroke sebagian penderita juga akan mengalami disartia atau bicara pelo atau cadel. ”Pasca serangan stroke biasanya dia tidak akan bisa bicara atau bisa tetapi pelo atau cadel,” ujarnya. Bagi sebagian penderita, katanya, juga akan mengalami gangguan penglihatan, vertigo, mual, muntah atau nyeri kepala yang hebat.

Kelainan yang timbul pasca serangan Stroke tersebut, menurut Slamet bukan tidak mungkin dipulihkan. Dengan persyaratan kondisi tertentu, kelumpuhan pasca stroke perlahan bisa dipulihkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain dengan metode akupuntur.

Menurut dokter Slamet Riyanto, akupuntur memiliki peranan tertentu untuk pemulihan kelumpuhan pasca serangan Stroke. Melalui akupuntur, peredaran darah ke otak terutama bisa di tingkatkan. ”Akupuntur ini bisa meningkatkan peredaran darah ke otak, ini yang bisa memperbaiki kelumpuhan,” terang dia.

Dia menjelaskan, akupuntur juga akan memperbaiki kegiatan elektrik otak pasca serangan stroke. Selain itu, juga bisa meregulasi lemak darah dan hemodinamika. Selain itu dengan akupuntur pasca serang stroke juga akan bisa memperbaiki mikrosirkulasi otak. ”Upaya pemulihan salah satunya melalui akupuntur. Dengan akupuntur ini akan memperbaiki kegiatan dan sirkulasi darah ke otak,” terang dia.

Akupuntur juga bisa menghilangkan radikal bebas, mempengaruhi mineral dan enzim, yang berperan dalam proses pembekuan dan pembentukan eritrosit. Bahkan juga bisa mempengaruhi kadar kateholamin dan endorfin, merangsang sel otak untuk bisa bebas dari kondisi tertekan. ”Akunpuntur juga bisa menghilangkan radikal bebas dan merangsang sel otak untuk bebas dari kondisi tertekan,” terang dia.

Terapi akupuntur medik dilakukan dengan perangsangan sesuai mekanisme kerja rangsang akupuntur baik lokal, segmental dan sentral sebagai upaya memulihkan kelumpuhan. Sedangkan pada Stroke iskemik, sebaiknya akupuntur dilakukan secepatnya setelah terjadi serangan. ”Semakin lama ditangani maka akan semakin sulit untuk sembuh,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemulihan kelumpuhan pasca serangan Stroke Iskemik sebaiknya dilakukan beberapa hari setelah terjadinya serangan. Masa antara satu bulan hingga tiga bulan merupakan masa pemulihan terbaik untuk pemulihan Stroke Iskemik ini. Pada kasus serangan stroke yang tidak disertai dengan kelainan tekanan dapat dimulai sesegera mungkin setelah terjadi serangan. ”Masa pemulihan terbaik itu antara satu hingga tiga bulan setelah adanya serangan,” paparnya. Namun, apabila terdapat kelainan tekanan darah dan denyut nadi, upaya terapi akupuntur sebaiknya dilakukan 48 jam setelah tanda vital dan gejala klinis stabil.

Sedangkan pada stroke yang disertai dengan pendarahan, umumnya terapi dilakukan setelah tiga minggu terjadi serangan, setelah sadar, stabil tanda vital terutama stabil tekanan darahnya. Terapi juga harus dilakukan mulai dengan rangsangan ringan dan secara bertahap rangsangan ditambah. ”Upaya rangsangan ringan ini seperti meluruskan tangan yang tidak bisa lurus supaya bisa lurus, dan upaya menggerakkan kaki,” jelasnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR