JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Anak Mantan Jenderal Divonis 3 Bulan

Anak Mantan Jenderal Divonis 3 Bulan

288
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Sidang kasus kepemilikan senjata tajam dan penganiayaan dengan terdakwa Arie Maulana (35), anak mantan jenderal bintang satu di Mabes TNI bernama Aji Wiyono asal Banjarasri, Nglorog, Sragen terhadap Kusumo AN (21), anak pemilik Kafe Tirta Kencana Sragen, berakhir antiklimaks. Sang putra mantan jenderal akhirnya hanya dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dipotong masa tahanan.

Putusan itu mengemuka dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Selasa (12/2). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Kamarudin Simanjuntak dan dua anggota Toni Wijaya dan Purnomo Hadiyarto, serta dari jaksa penuntut umum (JPU), Warnoto dan Susilowati. Sidang berlangsung dengan pengamanan lebih ketat. Selain jumlah personel kepolisian lebih banyak, mobil barracuda yang didatangkan dari Brimob Surakarta juga turut disiagakan di depan kantor PN.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan putusan tiga bulan penjara dipotong masa tahanan kepada terdakwa. Beberapa pertimbangan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 351 (ayat 1) KUHP dan menimbulkan korban terluka. Sedang hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan, dan sudah ada surat perdamaian dengan korban.

“Terbukti secara sah melakukan penganiayaan sesuai dengan dakwaan jaksa. Menjatuhkan pidana tiga bulan penjara dipotong masa penahanan,” kata Kamarudin Simanjuntak membacakan putusannya.

Majelis juga menyatakan dakwaan pasal UU RI asal 2 ayat 1 UU Darurat No 12/1951 tentang kepemilikan senjata tajam, tidak terbukti. Atas putusan itu, terdakwa langsung menerimanya. Kemarin, kedua orangtuanya juga hadir bersama beberapa orang kerabat mereka. Namun, mereka tidak lagi melakukan upaya intimidasi. Beberapa orang yang dalam sidang sebelumnya selalu memotret setiap wartawan dan anggota kepolisian yang meliput, juga terlihat hanya diam.

Dengan putusan itu, sang putra mantan jenderal itu, hanya tinggal sepekan lagi menjalani hukuman. Berdasarkan register di PN Sragen, ia ditahan oleh penyidik per tanggal 18 November 2012 sehingga dengan vonis tiga bulan, maka ia dipastikan sudah bisa menghirup udara bebas tanggal 18 Februari mendatang. “Kami masih menunggu surat putusan dari majelis hakim dulu,” ujar Kasie Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) LP Sragen Kelas II A, Mulyana.

Wardoyo