JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Anand Krishna Dijebloskan ke Lapas Cipinang

Anand Krishna Dijebloskan ke Lapas Cipinang

194
BAGIKAN

BALI-– Tokoh spiritual lintas agama Anand Krishna diboyong ke Jakarta oleh petugas dari kejaksaan dan kepolisian. Anand diterbangkan Sabtu (16/2) sore untuk menjalani masa hukuman 2,5 tahun penjara dalam kasus pencabulan.

Anand ditangkap di padepokannya di Desa Tegalantang, Ubud, Bali, Sabtu (16/2). Di dalam eksekusi itu, petugas yang melompat pagar memaksa masuk, dituding melakukan kekerasan kepada siswa Anand.

Anand pun digelandang ke Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar. Setelah proses negosiasi, Anand akhirnya diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Ngurah Rai, Bali.

Pihak Anand menjelaskan, bahwa Anand Krishna tidak menyerahkan diri namun tak ingin melihat pertumpahan darah di Anand Asram. “Bapak tidak menyerah. Bapak tidak mau melihat pertumpahan darah,” kata salah seorang murid Anand, Putu Puji Astuti.

Sabtu sore sekitar pukul 17.30WIB, iring-iringan kendaraan yang membawa Anand tiba di Lapas Cipinang.m dan langsung masuk ke dalam gerbang utama Lapas. Anand dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan mobil tahanan warna hitam. Mobil itu jelas tertulis pada sisi kanan dan kiri ‘Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan’.

Mobil tahanan yang membawa Anand tampak dikawal 1 unit mobil Patwal dan 1 unit mobil Reksrim dari Polres Jaksel. Sebuah mobil BMW coklat bernopol B 24 CC tampak mengikuti dari belakang. Tidak diketahui siapa penumpang di dalam mobil itu.

Tak selang lama pihak keluarga berdatangan menjenguk. Sang istri tampak membawa makanan dan peralatan mandi untuk Anand di penjara.”Ibu bawa makanan, minuman, matras dan peralatan mandi buat bapa. Bapa seharian belum makan soalnya,” kata anak Anand, Prhasant Gantani di LP Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (16/2) malam.

Tim kuasa hukum Anand Krishna berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK). “Nanti kita akan ajukan PK karena putusan dari Mahkamah Agung (MA) terdapat banyak kelemahan,” kata kuasa hukum Anand Khrisna, Andreas Nahot Silitonga.

Seperti diketahui pada 22 November 2011, PN Jaksel memvonis Anand bebas karena tidak terbukti melakukan pencabulan terhadap siswinya yang bernama Tara sebagaimana didakwakan. Tak terima, jaksa kasasi dan dikabulkan, Mahkamah Agung (MA) memvonis Anand 2 tahun 6 bulan.

Majelis kasasi MA yang terdiri dari hakim agung ketua Zaharuddin Utama dengan dua hakim agung Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul sepakat Anand telah terbukti melakukan perbuatan cabul. Hal ini sesuai diatur dalam pasal 294 ayat ke 2 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang ‘Perbuatan Cabul’.

Detik