Anas Siap Bongkar Kasus Century

Anas Siap Bongkar Kasus Century

330
Anas Urbaningrum. (ant)
Anas Urbaningrum. (ant)

JAKARTA – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tengah menyiapkan “halaman kedua”, menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan sport center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Anas dikabarkan bertemu sejumlah tokoh dan politisi di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu (24/2) lalu. Informasi yang sempat beredar, pertemuan tersebut membahas soal rencana pengungkapan skandal bailout Bank Century.

Apakah ini yang dimaksud sebagai “halaman kedua” oleh Anas? Lalu, apakah berani Anas membongkar kasus Century? “Saya kira melihat dari sikap dan gaya politik Anas, kecil kemungkinan dia akan (berani) membongkar kasus Century,” ujar analis politik Charta Politika, Arya Fernandes di Jakarta, Selasa (26/2).

Yang menjadi penyebabnya kata Arya, ialah karena untuk membongkar kasus skandal bailout Bank Century membutuhkan dukungan politik yang kuat, sehingga dapat menuai kepercayaan (trust).  “Dan sekarang, Anas sudah tidak bisa mengendalikan Demokrat,” imbuhnya.

Faktor kedua yang menjadi kendala ialah, Parpol koalisi diyakini tidak akan berani mengobok-obok kasus yang merugikan negara hingga Rp 6,7 triliun itu. Pasalnya, hal itu akan berdampak pada kursi di kabinet yang penuh prestise.

“Partai-partai terutama partai koalisi saya kira juga tidak mudah untuk dilobi, karena partai-partai ini takut di-reshuffle bila utak-atik (kasus) Century, dan reshuffle jelang Pileg jelas tidak menguntungkan bagi partai politik,” tutupnya.

Sebelumnya, para politikus bertemu di kediaman Anas Urbaningrum untuk membahas “halaman kedua” dari lembaran yang telah disiapkan oleh Anas setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sejumlah tokoh yang hadir pada pertemuan Minggu (24/2)  malam itu di antaranya politikus PAN, Viva Yoga Muladi, anggota Fraksi Hanura Erik Satria Wardhana, inisiator hak angket Century Misbakhun, politikus Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, Saan Mustopa, serta mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution.

Tampaknya, langkah Anas tersebut tidak sekadar main-main. Tim Pengawas (Timwas) kasus skandal Bank Century akan segera mengundang mantan Anas Urbaningrum untuk dimintai keterangan terkait kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.

“Kami berencana mengorek keterangan dari Mas Anas.  Mas Anas Urbaningrum sebagai petinggi Partai Demokrat pasti tahu persis seluk beluk Century dengan Partai Demokrat,” kata anggota Timwas Century, Hendrawan Supratikno di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/2).

Pemanggilan itu  menurut Hendrawan, karena Timwas mendengar dari beberapa pihak bahwa Anas diduga mengetahui informasi yang banyak terkait kasus tersebut. “Karena pernyataan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat (M Rahmad), Anas cukup banyak mengetahui informasi tentang Century. Kemudian Pak Yuddy Chrisnandi juga sudah memperkuat itu,” ungkapnya.

Diakui, politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini, sebenarnya Timwas telah memiliki beberapa data terkait kemungkinan keterlibatan oknum-oknum tertentu dalam kasus tersebut. Namun akan lebih baik jika data-data itu dilengkapi oleh data yang dimiliki  Anas.

“Tapi kan sekarang kalau petinggi partai yang bersangkutan yang menyampaikan kan bagus. (Pemanggilan) lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Membingungkan

Akan tetapi, bagi kalangan internal Partai Demokrat, rencana pemanggilan Anas oleh Timwas Century tersebut membingungkan. Fraksi Partai Demokrat mengaku sangat heran nama mantan Ketua Umum Demokrat,  Anas Urbaningrum dikait-kaitkan dengan penanganan kasus skandal Bank Century.

“Kita semua ada di Timwas. Timwas tidak boleh lari-lari ke mana-mana, tidak semua orang dikait-kaitkan,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2).

Selain itu, Nurhayati juga tidak meyakini bahwa Anas dan beberapa koleganya melakukan pertemuan untuk membahas kasus Bank Century yang dimaksudkan sebagai “halaman kedua” dari lembaran yang disiapkan Anas.

“Saya tidak yakin dan tidak percaya dengan isu itu. Anas adalah yang memimpin Partai Demokrat dan loyalitas beliau pada SBY jangan diragukan. Jadi saya tidak yakin dengan berita itu,” tegasnya.

Dalam diskusi itu, kata Yuddy, juga hadir Ketua Timwas Bank Century, Priyo Budi Santoso. Kata Yuddy, “halaman kedua” yang dimaksud Anas adalah membongkar kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

“Sekarang bolanya ada di Mas Priyo. Dia membidangi masalah Timwas Century. Anas termasuk pionir yang akan membongkar skandal Century Rp 6,7 triliun,” kata Yuddy.

Yuddy menjelaskan, sebelum kehadirannya di kediaman Anas, terlebih dulu telah hadir mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution bersama dengan kader HMI. Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui pembicaraan yang terjadi di ruang rapat Anas itu.

Kemudian, sambung Yuddy, ketika diskusi antara dirinya, Priyo, dan Anas, di luar ruangan juga terdapat inisiator hak angket Bank Century Misbhakun yang tengah menunggu.

Pada bagian lain, tindakan pencabutan paspor bagi Anas Urbaningrum oleh Ditjen Imigrasi dinilai sangat tidak wajar. Bahkan, hal itu dapat dikatakan bahwa Anas menjadi korban sebuah kriminalisasi.

“Itu kriminalisasi. Kok berlebihan,” kata anggota Komisi III, Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR, Selasa (26/2).

Namun penarikan paspor tersebut sudah merujuk pada UU No 6/2011 tentang Keimigrasian, pasal 31 ayat 3. Disebutkan, penarikan paspor biasa dilakukan dalam hal pemegangnya melakukan tindak pidana atau melanggar Undang-undang, atau kedua, pemegangnya masuk dalam daftar pencegahan. ** Detik | Okezone

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR