JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Anggota Polisi Aniaya Pengamen : Kapolres Terancam Dicopot

Anggota Polisi Aniaya Pengamen : Kapolres Terancam Dicopot

350
BAGIKAN
DIANIAYA-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, Senin (4/2). (inzet) Bekas luka jeratan masih terlihat di lehernya. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI- Kapolres Wonogiri dan Kapolres Sukoharjo terancam dicopot dari jabatannya. Hal itu menyusul anggota mereka yang menganiaya Susanto (30), seorang pengamen asal Lingkungan Salak RT 4 RW II, Giripurwo yang dituduh mencuri burung.

Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djihartono di Semarang, Jumat (8/2). “Siapa pun yang terbukti terlibat akan dicopot, termasuk Kasatreskrim, Kapolsek dan Kapolres. Penyidik yang menyalahi wewenang akan ditindak tegas dan tidak menutup pidananya juga,” tegas Djihartono.

Dia mengatakan, empat anggota Polres Wonogiri telah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Keempatnya yakni Aiptu Panut Supriyanto (anggota Polsek Jatipurno), Bripka Agus Suhartono (anggota Polsek Eromoko), Bripka Ropii (anggota Polsek Kismantoro), dan Briptu Aditia (Anggota Polsek Wuryantoro).

“Saat interogasi, anggota Polres Wonogiri mengaku melakukan kekerasan kepada saudara Susanto. Empat anggota itu saat ini sedang diperiksa Propam Polda,” kata Djihartono. “Nanti menyusul empat penyidik dari Sukoharjo karena TKP-nya ada dua tempat,” imbuhnya.

Polda Jateng juga akan menanggung penuh biaya pengobatan Susanto. Barang bukti yang digunakan untuk mengusut kasus penganiayaan tersebut adalah hasil visum bekas luka di tubuh Susanto.

Sementara ditemui seusai menjenguk korban di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso,  Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani mengatakan penganiayaan tersebut dilakukan delapan anggota Polisi. Empat berasal dari Polres Wonogiri dan empat lainnya dari Polres Sukoharjo. “Untuk anggota kami tadi malam (Kamis) sudah diperiksa dan ditahan di Mapolres, lalu dibawa ke Polda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Empat anggota yang menjadi pelaku pemukulan itu berasal dari Polres kita dan empat lainnya dari Polres Sukoharjo,” terang Tanti.

“Kepada mereka dikenakan pasal 170 KUHP yang mengatur tindak kekerasan bersama-sama. Dengan ancaman pidana penjara lima tahun,” tegasnya.

Sementara itu Direktur RSUD, Setyarini melalui Kasi Pelayanan Medik, Adhi Dharma mengatakan secara umum kondisi korban makin membaik. “Namun untuk bagian punggung masih ada saraf yang tegang. Masih akan terus diperiksa rutin. Secara umum membaik,” jelasnya.

Sedangkan Tukiman (55), ayah korban mengatakan baru akan melapor ke Mapolres hari Senin (11/2). Ketua LSM Jerat, Hartono mengatakan siap mendampingi Tukiman. “Jika memang harus sampai lapor ke Polda, kami juga siap. Intinya orang yang belum jelas salah seharusnya tidak boleh diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari membantah ada anggotanya yang melakukan penganiayaan kepada Susanto. “Tidak ada anggota kami yang melakukan penganiayaan di Wonogiri. Perlu kami luruskan jika anggota kami ke Wonogiri beberapa waktu lalu untuk mengejar pencuri burung yang saat itu berada di sana. Dan ternyata Polres Wonogiri juga melakukan penangkapan kasus yang sama. Menurut kami, ada kaitannya pencuri burung yang ada di Sukoharjo dengan Wonogiri,” kata Ade.

Pihaknya juga menampik ada anggotanya yang masuk dalam nama delapan tersangka. Penegasan itu dibuktikan dengan masih aktifnya anggota yang ditugaskan ke Wonogiri itu masih berdinas di Polres Sukoharjo.

Eko Sudarsono | Murniati | Rudi Hartono | Detik