JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Angin Lisus Terjang Kecamatan Baki, Sukoharjo

Angin Lisus Terjang Kecamatan Baki, Sukoharjo

297
BAGIKAN
Angin lisus robohkan rumah dan pohon

Niat Buang Sampah, Justru Tertimpa Pohon

Rabu (6/2) petang menjadi hari penuh catatan bagi warga Dukuh/ Desa Purbayan RT 2/ RW II, Baki. Di saat warga tengah bersantai dan bercengkerama dengan keluarga sepulang kerja, tak dinyana angin putih beliung menyapa. Sekitar satu menit, angin itu menari-nari di atas rumah mereka.

Tercatat ada 15 rumah rusak parah dan 26 rusak ringan. Itu pun hanya dari satu RT, belum lagi data yang dilansir pihak Kelurahan Purbayan yang menyebutkan ada 79 rumah rusak dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Tidak terkecuali bagi Pawiro Samiyem (75). Selain rumahnya porak-poranda disapu lisus, ia pun mengalami luka dan harus dibawa ke RSUD Sukoharjo. Saat angin menyapu desanya, Samiyem berada di luar rumah hendak membuang sampah.  Naas, sebuah pohon di dekatnya tumbang dan menimpa tubuhnya yang rapuh.

Alhasil, Samiyen langsung roboh dan dahan pohon itu mengenai bahu sebelah kanannya. Warga yang saat itu berlarian keluar rumah menyaksikan nenek yang sebagian besar rambutnya sudah beruban itu terjatuh, langsung berusaha menolong.

Saat ditemui di rumahnya, wajahnya nampak masih pucat. Terlihat siku kanannya diperban dan tangannya selalu memegang bahunya. “Ini (sambil menunjuk bahu dan dada kanannya) sakit dan biru. Kepala juga sedikit pusing,” kata dia lirih.

Ketua RT 2/ RW II Purbayan, Slamet menuturkan, Sumiyem dilarikan ke Puskemas dan mendapatkan pertolongan. “Karena mengaku pusing, Puskesmas menyarankan untuk ronsen ke RSUD Sukoharjo. Ini masih mencari surat dari Lurah dan Camat untuk berobat. Kami harap, ada bantuan pengobatan karena ini musibah,” ujarnya.

Lain Samiyem, lain pula Rudi (44). Warga Dukuh Tempel RT 2/ RW II Purbayan ini beserta tiga anggota keluarganya bolos kerja. Ia sekeluarga harus mengurusi genteng rumahnya yang terbang terkena angin. “Ya harus libur. Mau bagaimana lagi, wong rumah juga berantakan. Ini anak-anak juga gotong-royong membersihkan rumah dan memasang genteng yang masih bisa dipakai,” katanya.

Sementara di Waru RT 2 RW VII, seorang kakek yakni Sastro Zaenal (99) mengalami patah tulang kaki kiri akibat tertimpa lemari pakaian. Pasalnya, saat angin menyapu rumahnya, tubuh rentanya tak kuat berlari cepat.

Apalagi, rumahnya yang berada tepat di pinggir sawah, membuat angin mengamuk hebat memecahkan kaca jendela, merontokkan genteng dan merobohkan dinding rumahnya. Menurut Yanti (47) sang anak, ayahnya kini dirawat di RS Karima Husada, Kartasura. “Simbah masih di ruang ICU, mau dioperasi menunggu jantungnya stabil,” ujar ibu dua anak yang tinggal serumah dengan orangtua dan anak cucunya ini.

Sang anak, Evi (23) mengaku mendengar deru pesawat sesaat sebelum angin menyapu rumah. “Dikira pesawat atau geledek, adik saya pas di depan rumah, melihat ke barat, angin muter-muter mengenai rumah, adik saya sampai azan,” katanya.

Winarni (30), warga Gentan RT 2 RW 3 Baki, mengaku belum mengetahui jumlah kerugian akibat genteng dan asbes rumahnya rontok.

Lurah Siwal, Hendro Widagdo mengatakan sebanyak 49 rumah rusak. Ia pun sudah menerima bantuan dari Dinas pendidikan Kecamatan Baki. Sedangkan Camat Baki,  Djoko Indrianto mengatakan warga memperbaiki rumah dibantu personel dari Kodim, Koramil, Banser, dan Satgas PDIP. “Sementara warga juga mendirikan dapur umum,” imbuhnya. Murniati | Tri Idayati