JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Antara Kuasa dan Kesatria Kumbokarno

Antara Kuasa dan Kesatria Kumbokarno

458
BAGIKAN

Manusia tak bisa mengontrol egonya untuk menjadi sosok nomor satu dengan mengabaikan sisi humanis.

TEATER RUANG-Ketua Komunitas Teater Tuang Tanggul Budaya Bibit Santosa saat memainkan teater yang berjudul teater Kumbokarno di Tanggul Budaya, Dawung, Serengan, Solo, Kamis (21/2). Teater mengkritisi rusaknya alam semseta akibat tingkah laku manusia. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
TEATER RUANG-Ketua Komunitas Teater Tuang Tanggul Budaya Bibit Santosa saat memainkan teater yang berjudul teater Kumbokarno di Tanggul Budaya, Dawung, Serengan, Solo, Kamis (21/2). Teater mengkritisi rusaknya alam semseta akibat tingkah laku manusia. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Seorang laki – laki bertubuh besar duduk terdiam sambil memainkan korek api dengan bertelanjang dada.  Selang beberapa waktu ia pun menyalakan lilin. Lantaran hanya ada cahaya lilin, terlihat siluet sinar dari korek api menari-nari di seluruh bagian tubuhnya.

Setelahnya, ia menyalakan delapan lilin dan menusukkan lidi tersebut ke dalam tubuhnya, sembari mengatakan Inilah Cara Kalian Melumpuhkan Aku yang Membela Kebenaran. Lantunan tembang – tembang Jawa terus terucap di mulutnya dan sesekali laki – laki itu mengatakan Akulah Kumbokarno Sang Pembela Rakyat Alengka.

Bermodalkan cahaya dari korek api, aktor monolog tersebut yang tak lain adalah Joko Bibit sedang berkomunikasi.  Suatu waktu lelaki tersebut bersuara datar, namun suatu waktu dengan lantangnya berucap. Terjadi percakapan panas antara kakak adik, Rahwana dan Kumbokarno.

Percakapan panas ini berujung peperangan. Entah siapa yang disebut protagonis atau antagonis, apakah Rahwana, Kumbokarno atau kubu Rama. Joko Bibit terlihat memutar-mutar tubuhnya, kadang kala menjatuhkan tubuhnya sebagai simbol dari adegan peperangan.

Akhirnya Joko Bibit benar-benar jatuh, sebagai simbol gugurnya Kumbokarno. Adik Rahwana ini tak berdaya karena dikeroyok, hingga dirinya gugur akibat seluruh bagian tubuhnya terpanah. Lebih mengenaskan tubuh Kumbokarno dimutilasi oleh sang kakak. Sebelum gugur, terdengar suara lantang dari Kumbokarno, Dengan Cara Inillah Kalian Merebut Kekuasaan dari Rakyat Jelata.

Pertunjukan ini merupakan teater tunggal yang dibawakan oleh Teater Ruang Komunitas Tanggul Budaya dengan judul Kumbokarno, Kamis-Minggu (21-24/2). Pentas ini menunjukkan kelihaian Joko bibit sebagai seniman, terlihat pengantorannya cukup kuat.

Selain itu Joko bibit tidak ingin menyiksa penontonnya dengan menawarkan simbol cerita yang jlimet. Seniman yang baru saja pentas di Malaysia ini menggunakan bahasa yang lugas dan simpel. Pentas ini juga memperlihatkan kecerdasan Joko Bibit menarik gugurnya Kumbokarno ke dalam konteks kekuasaan kekinian.

Bagi Joko Bibit, manusia sering terkalahkan dengan kekuasaan. Manusia tak bisa mengontrol egonya untuk menjadi sosok nomor satu dengan mengabaikan sisi humanis. Kehadiran sosok Kumbokarno inilah sebagai kesatria berperang untuk rakyat jelata, dengan mengabaikan mana sisi yang protagonis atau antagonis.

“Seperti terlihat semakin sempitnya lahan hijau yang digantikan dengan bangunan bertingkat. Ini sebagai bukti manusia semakin rakus dengan kekuasaan dengan mengganti lahan hijau menjadi gedung bertingkat, “ ujarnya seusai pertunjukan perdana, Kamis (21/2) malam.

Lantaran mengambil benang merah kekuasaan, membuat Joko Bibit memilih korek api sebagai propertinya. Dalam dunia Joko Bibit, api sangat sensitif terkena benda apapun mudah terbakar. “Terkadang manusia seperti api, api mudah membakar sebuah benda. Sementara manusia mudah terpengaruh akan materi,” ungkapnya. Raditya Erwiyanto