JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Antisipasi Bentrok Pilkades 3.136 Personel Disiagakan

Antisipasi Bentrok Pilkades 3.136 Personel Disiagakan

354
BAGIKAN
AMANKAN PILKADES- Jajajaran Polres Boyolali menggelar Rakor kesiapan pengamanan Pilkades serentak di Mapolres Boyolali, Senin (4/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Jajaran keamanan baik Polres Boyolali maupun instansi samping akan mengerahkan kekuatan maksimal guna mengantisipasi kerawanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Maret mendatang. Setidaknya sebanyak 3.136 personel, dari jajaran Polri dan instansi samping yang disiagakan untuk pengamanan.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto menegaskan, pihaknya tidak mau kecolongan saat pelaksanaan Pilkades serentak, yang digelar dua tahap pada Maret mendatang. Menurutnya saat pelaksanaan Pilkades nanti pasti  akan muncul gangguan keamanan dan keterbiban. “Untuk mengamankan Pilkades mendatang, kami menurunkan kekuatan maksimal.  Dari Polres ada sekitar 1.640 anggota ditambah 1.496 personel dari instansi samping seperti Kodim, Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, maupun tenaga kesehatan,” ungkap Kapolres usai Rakor persiapan pengamanan Pilkades di Polres Boyolali, Senin (4/2).

Menurut Kapolres, yang paling diwaspadai saat Pilkades mendatang yakni terjadinya keributan atau bentrok antar kubu pendukung calon Kades. Meski demikian  menurutnya hingga saat ini belum ada sinyalemen potensi kerawanan yang menonjol.

Selain pengerahan kekuatan maksimal, langkah antisipasi dini juga dilakukan, di antaranya yakni upaya intelejen maupun antisipasi di tingkat Muspika guna mencegah kerawanan sejak dua bulan lalu. Hasilnya, hingga saat ini belum ada laporan adanya potensi kerawanan yang menonjol. Meski demikian, upaya antisipasi terus digalakkan mengingat saat ini proses Pilkades sudah mulai berjalan, termasuk mulai masuk masa pendaftaran bakal calon Kades. Penjagaan menurut Kapolres akan diperketat pada masa satu hari kampanye dan hari H Pilkades, yakni tanggal 20 dan 27 Maret mendatang. “Plotingnya setiap desa yang menggelar Pilkades sedikitnya ada tiga personel polisi yang berjaga, kemudian di-back up pasukan yang siap dimobilisasi sewaktu-waktu,” jelas Kapolres.

Kapolres menyatakan, sekalipun berpotensi ribut namun pihaknya menyatakan keributan yang muncul tidak bakal berlarut. Selain itu pihaknya siap menindak tegas pelaku keributan yang merusak sarana prasarana umum maupun gangguan Kamtibmas lainnya.

Sementara itu menurut Syawaludin, Asisten I Setda Boyolali mengungkapkan, saat ini pendaftaran Pilkades sudah dibuka sejak tanggal 29 Januari lalu. Untuk mengantisipasi kerawanan Pilkades, pihaknya akan membuka posko tim pengendali di tingkat Muspida. Sedangkan di tingkat kecamatan menurut dia, juga dibentuk tim pemantau.

Menurut Syawaludin, salah satu yang perlu diantisipasi yakni beredarnya money politic yang dapat menjadi sumber masalah. Terkait ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pihaknya melarang tegas praktek politik uang tersebut. “Meski pembuktiannya cukup sulit, tetapi ini termasuk yang diwaspadai karena bisa menjadi pemicu masalah,” imbuh dia. Ario Bhawono