JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Awas, Mafia Honorer K2 Bergentayangan

Awas, Mafia Honorer K2 Bergentayangan

299

SRAGEN—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen mengimbau para honorer yang sudah terdata di database honorer kategori 2 (K2), mewaspadai keberadaan oknum-oknum yang mencari kesempatan menjelang tahapan proses honorer K2 yang oleh Kemenpan diwacanakan digelar Juli 2013. Imbauan itu dilontarkan mengingat tren yang ada, masa-masa menjelang proses itu, biasanya rentan muncul penipuan bermodus menawarkan bantuan meloloskan dengan minta imbalan.

“Kami imbau kalau ada yang mengaku-aku pejabat atau bisa membantu meloloskan honorer K2, tidak usah dipercaya. Karena itu pasti oknum yang akan memanfaatkan kesempatan. Kalau ada yang minta uang silakan dilaporkan,” ujar Kepala BKD Sragen, Budiyono, Selasa (12/2).

Imbauan itu dilontarkan menyusul adanya informasi bahwa seleksi CPNS untuk K2 diperkirakan akan digelar Juli mendatang. Berdasarkan rilis itu, seleksi tertulis itu akan melalui serangkaian tahapan yang dimulai sekitar Februari ini.

Budiyono menegaskan, sejauh ini pihaknya juga belum mendapatkan petunjuk teknis mengenai proses dan tahapan seleksi honorer K2 itu. Oleh karenanya, para honorer diminta tetap tenang, bersabar, dan tidak tergiur jika ada tawaran dari oknum-oknum yang akan menjanjikan kelolosan.

Sementara, Kabid Dokumentasi dan Pendataan Kepegawaian BKD Sragen, Widya Budi mengatakan sejak kemunculan rilis Kemenpan itu, pihaknya mendapat laporan mengenai tawaran training atau try out kepada honorer. Namun, pihaknya memastikan try out itu bukan dari BKD sehingga seandainya honorer mau ikut, BKD pun juga tidak bisa melarang. “Mungkin ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan mengadakan try out. Kalau sekadar persiapan untuk latihan atau ujian boleh saja. Tapi yang jelas BKD tidak pernah menyelenggarakan try out,” tegasnya.

Sementara, kasak-kusuk mengenai tawaran oknum-oknum yang mengatasnamakan pejabat BKN dan menawarkan bantuan meloloskan honorer K2 mulai muncul kembali. Hanya saja, sejumlah honorer mengaku kembali dihampiri tawaran oknum-oknum yang berniat menawarkan bantuan bisa lolos dari seleksi K2. Hanya saja, saat dikejar, mereka rata-rata memilih bungkam dan hanya menyebut baru sebatas tawaran serta belum sampai mematok tarif maupun minta uang muka.

Wardoyo

BAGIKAN