Awas! Rumput Fatimah Berbahaya Bagi Ibu hamil

Awas! Rumput Fatimah Berbahaya Bagi Ibu hamil

2841
Rumput Fatimah (ist)

Hany bulan ini akan melahirkan. Berbagai persiapan persalinan sudah dilakukan, baik persiapan untuk ibu maupun bayinya. Ibu Hany ini juga rajin mengikuti berbagai senam hamil, jalan pagi dan berbagai latihan untuk memperlancar kelahiran nanti. Tak lupa, Hany juga sudah menyiapkan segenggam Rumput Fatimah, oleh-oleh pamannya yang baru pulang haji. Menurut mertuanya, dengan meminum air rendaman rumput fatimah ini akan memperlancar proses kelahiran. Rumput Fatimah ini memang sejak lama dipercaya akan memperlancar proses persalinan. Tetapi apakah memang benar seperti itu?efek seperti apakah yang sebenarnya akan ditimbulkan ketika meminum air rendaman rumput Fatimah ini?

Dokter Spesialis Kandungan, Rumah Sakit Umum Islam Kustati Surakarta, Dr. Murtiningsih, SpOG menjelaskan, rumput Fatimah memang memiliki efek memicu kontraksi rahim. Pada jaman dahulu sebelum ilmu kedokteran maju, rumput ini memang masih banyak digunakan. Tetapi, sayangnya, tidak ada ukuran atau dosis yang tepat seberapa banyak rumput yang harus di konsumsi untuk membantu proses persalinan. Sekarang ini, yang banyak terjadi, justru meminum rumput Fatimah bisa menyebabkan kontraksi yang berlebihan, yang bisa mengancam nyawa ibu dan bayinya. “Memang rumput Fatimah ini bisa memicu kontraksi rahim. Tapi pemicu kontraksi atau induksi ini harus ada dosis yang jelas, sedangkan berapa besar dosis rumput Fatimah ini memang belum diketahui,” katanya.

Dikatakan Murtiningsih, berdasarkan pengalamannya menangani pasien, sejumlah pasien yang mengalami permasalahan saat persalinan, setelah ditelusuri mereka mengaku telah meminum air rendaman rumput Fatimah menjelang persalinan. “Saya sudah menangani beberapa pasien yang bermasalah saat persalinan akibat meminum air rumput Fatimah ini,” ujarnya.

Murtiningsih mengungkapkan, meminum rumput Fatimah menjelang persalinan ini akan menyebabkan komplikasi pada saat persalinan bahkan juga sesudah persalinan. Menjelang persalinan, rumput Fatimah bisa menyebabkan, hiperstimulasi kontraksi, fetal distress pada bayi dan rupture uteri. Sedangkan pasca persalinan, rumput Fatimah ini bisa menyebabkan atonia uteri atau rahim sulit kontraksi kembali seperti semula.

Murti menjelaskan, dengan meminum air rumput Fatimah, akan menyebabkan hiperstimulasi pada rahim. Kandungan pemicu kontraksi pada rumput Fatimah akan mengakibatkan kontraksi yang berlebih dan tidak beraturan atau hiperstimulasi. Pada kelahiran normal, kontraksi akan berlangsung selama dua hingga tiga kali dengan durasi sekitar 45 menit hingga 60 menit. Sedangkan dengan pemicu rumput Fatimah ini kontraksi akan berlangsung lebih dari lima kali dalam 10 menit. “Akibatnya rahim akan dipaksa kontraksi terus menerus sehingga akan menyebabkan kesakitan yang sangat pada rahimnya,” jelasnya.

Pada kasus yang berat, rumput Fatimah ini bisa menyebabkan rupture uteri atau robekan pada rahim. Dengan meminum rumput Fatimah, maka akan terjadi kontraksi berlebih dan tidak beraturan. Sehingga saking kuatnya kontraksi rahim bisa robek dan terjadi pendarahan. Kasus ini kian parah pada ibu dengan panggul sempit. Dengan kontraksi berlebihan, sementara jalan lahir tidak bisa membuka lebar, maka bayi akan keluar dari rahim. “Jadi jalan keluar tidak bisa lebar karena panggul sempit, padahal kepala bayi sudah mendorong kuat untuk keluar, sehingga kepala bayi akan merobek rahim. Pada kasus ini bayi bisa meninggal dan ibu bisa juga nyawanya tidak tertolong,” terang dia.

Akibat lain pada saat menjelang persalinan, juga bisa berpengaruh buruk pada bayinya. Akibat dipacu kontraksi berlebihan, bayi akan mengalami fetal distress. Bayi akan mengalami stress, dengan detak jantung cepat dan bayi menjadi lemas. Jika tidak segera dilahirkan, bisa berakibat kematian pada bayi. “Pada bayi juga akan berakibat buruk. Di dalam rahim bayi akan ditekan terus menerus untuk segera lahir, sehingga detak jantung akan semakin cepat dan akhirnya bayi menjadi lemas,” ujarnya.

Akibat lain dari bahaya rumput Fatimah juga dirasakan pasca persalinan. Menurut Murtiningsih, karena dipaksa kontraksi dengan rumput Fatimah rahim akan mengalami atonia uteri pasca persalinan. Keadaan ini terjadi karena rahim kelelahan akibat kontraksi berlebihan. Pasca persalinan, rahim tidak mau mengkerut atau rahim akan lembek, akibatnya pendarahan tak bisa dihentikan. “Mengonsumsi rumput fatimah ini bisa mengakibatkan rahim kendor, tak bisa kembali kencang seperti semula. Sehingga pendarahan setelah melahirkan akan terjadi,” katanya.

Tri Sulistiyani

BAGIKAN