Badan Terlalu Subur, 52 Polisi Diperingatkan

Badan Terlalu Subur, 52 Polisi Diperingatkan

454
Sebanyak 52 personel Polres Sragen mendapat peringatan dan pengarahan khusus oleh Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi karena berat badannya dinilai terlalu over

SRAGEN—Sebanyak 52 personel Polres Sragen mendapat peringatan dan pengarahan khusus oleh Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi karena berat badannya dinilai terlalu over. Sebagai bentuk konsekuensi, mereka diwajibkan untuk menurunkan berat badan sebanyak 5-10 kilogram (kg) selama tiga bulan terhitung Februari 2013.

“Saya minta lari siang dan berenang selama tiga bulan untuk anggota yang masih muda. Yang di atas 40 dan 50 tahun latihannya menyesuaikan. Semua harus menurunkan berat badan 5-10 kg selama tiga bulan. Kalau badannya over weight tentu kita tidak akan bisa sigap dan cekatan melayani masyarakat,” kata Kapolres saat memberikan arahan kepada anggota yang berbadan super gendut di Mapolres, Senin (11/2).

Ada 52 anggota Polres Sragen dari berbagai kesatuan yang kemarin sengaja dikumpulkan secara khusus. Mereka dikumpulkan karena penampilannya tidak lagi ideal sebagai polisi akibat timbunan lemak berlebihan. Sebagai solusinya, personel buncit itu diwajibkan mengikuti latihan fisik selama tiga bulan. Mereka juga diminta untuk menjalani latihan fisik dengan senang hati dan tidak menganggapnya sebagai sebuah hukuman.

Kapolres dengan jujur mengaku tidak masalah dinilai terlambat dari Polres lain yang sudah lebih dahulu menerapkan program pengurusan polisi gendut. Menurutnya, kebijakan ini sengaja baru diterapkan karena merasa sebelumnya berat badannya juga lebih dan baru berhasil diturunkan sebulan terakhir ini.

“Saya hanya ingin mengajarkan manajemen keteladanan. Sebagai pemimpin harus memberi contoh sebelum memerintah anggota dan saya tidak ingin dicap hanya sekadar mengekor,” tegasnya.

Anggota Polsek Gemolong, Ipda Sudarno (58) mengaku terus terang bobot tubuhnya saat ini mencapai 1 kuintal. Menurutnya, saat masuk menjadi polisi, beratnya juga ideal namun setelah sempat menjalani operasi, mendadak tubuhnya melar dan membuncit. “Tapi saya tetap bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak berat menjalankan aktivitas apapun. Setiap pagi saya juga selalu lari, habis Subuh,” ujarnya percaya diri. Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR