JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Bahaya Dibalik Manisnya Energy Drink

Bahaya Dibalik Manisnya Energy Drink

497
BAGIKAN
Minuman Berenergi | blogspot.com
Minuman Berenergi | blogspot.com

Iklan minuman berenergi atau biasa disebut energy drink sering kita saksikan di berbagai media. Bahkan mereka gencar melakukan branding  produk bahwa minuman berenergi mampu mendongkrak tenaga.  Dan banyak dari masyarakat yang tergiur dengan iklan tersebut kemudian mengonsumsinya. Ketika beberapa orang merasa kelelahan atau membutuhkan energi tambahan, mereka biasanya akan menenggak minuman berenergi untuk menghidupkan kembali stamina yang hilang.

Sebut saja, Joko, bisa dipastikan kalau dia harus lembur di kantor, minuman berenergi menjadi senjata utama untuk mendongkrak tenaganya. Namun, sadarkah kita, ternyata ada beberapa efek negatif yang membahayakan kesehatan kita di balik minuman berenergi tersebut.

Manager Gizi Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Solo, Sri Maryani, S.Gz menjelaskan minum energi memang terkesan mendongkrak energi saat kita merasa lelah. Tetapi sebenarnya, minuman berenergi ini merangsang kerja kelenjar tiroid untuk membuat kita merasa tidak lelah, padahal tubuh seharusnya beristirahat. Kelenjar tiroid ini juga  akan merangsang kerja ginjal untuk terus-terusan bekerja, padahal kemampuan ginjal itu ada batasnya. “Kalau konsumsi dilakukan secara rutin dan terus menerus, ya akibatnya, ginjal yang tidak kuat,” katnya.

Selain itu  dalam energy drink ini juga mengandung kafein. Kafein bisa menyebabkan ketagihan, pening dan sakit kepala bila konsumsinya berlebih. Janji-janji dalam iklan yang mengunggulkan minuman berenergi ini, dikatakan mengandung berbagai vitamin. Padahal, vitamin dalam minuman berenergi ini belum tentu di butuhkan oleh tubuh.  Berhati hatilah Dan bijaksanalah dalam mengonsumsi minuman jangan hanya melihat iming-iming di iklan, tapi kita harus memahami kebutuhan tubuh kita.

Memang efek buruk dari minuman berenergi tidak langsung tampak. Efek mengonsumsi minuman berenergi secara terus menerus akan kelihatan pada sekitar 10 hingga 20 tahun lagi. Jika ginjal dipaksa terus-terusan bekerja tanpa jeda, bisa dibayangkan bagaimana akibatnya. Efek buruk jangka panjang ini berbahaya bagi mereka yang tidak mengetahuinya. “Kalau tidak tahu bahayanya dia akan terus konsumsi, dan  akan mengalami masalah di kesehatannya pada umur tertentu,” ujarnya.

Celakanya, menurut Maryani, beberapa efek merugikan juga terdapat pada minuman kemasan yang biasa dikonsumsi anak-anak dengan harga yang murah. Minuman tersebut mengandung pemanis buatan, pewarna makanan dan perasa yang kita tidak diketahui kandungan di dalamnya. “Kalau itu dikonsumsi anak terus menerus akibatnya hampir sama dengan minuman berenergi. Yaitu akan memperberat fungsi organ tubuh anak yang seharusnya tidak boleh terlalu sering mencerna zat tambahan makanan yang berlebihan,” terang dia.

Banyaknya campuran pemanis buatan, perasa dan pewarna juga akan memicu kerja organ tubuh seperti liver dan ginjal. Jika terus-terusan dikonsumsi tentunya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Apalagi, jika minuman ini dikonsumsi oleh anak-anak.

Selain minuman berenergi, masih ada satu lagi minuman yang kurang  bermanfaat bagi tubuh yaitu minum minuman bersoda. Minuman bersoda ternyata hanya memberikan efek perasa dan gengsi saja. Selain itu, minuman ini tidak memiliki manfaat bagi tubuh kita. “Kalau minuman bersoda itu hanya efek soda, rasanya yang manis dan aroma dari bahan sintetis yang menyerupai aroma buah,” terang dia.

Dijelaskan Maryani, minuman bersoda memiliki sifat diuretic yakni mencuri cairan dalam tubuh kita. Jika terlalu sering mengonsumsi minuman ini tanpa diimbangi air putih bisa saja tubuh akan mengalami dehidrasi. Tingginya kandungan gula pada minuman  bersoda dapat menyebabkan lonjakan gula darah,  masalah kesehatan gigi, dan menambah berat badan. Kebutuhan minum yang direkomendasikan adalah minuman yang bermanfaat bagi tubuh kita, bukan makan atau minum yang merusak diri kita Tri Sulistiyani