Bakul Depok Curiga soal Los Pasar

Bakul Depok Curiga soal Los Pasar

277
Kios Pasar Depok

BANJARSARI-Puluhan pedagang di lapak darurat Pasar Depok, gagal menambah los, karena lahan yang tersedia sangat terbatas. Untuk waktu undian los, juga diundur dari rencana semula Sabtu (9/2), hari ini.

Sejumlah pedagang yang ditemui Joglosemar, menduga gagalnya mereka menambah los, karena ada beberapa los yang sudah dipesan sejak awal. Budiarti (53), salah seorang pedagang kelontong di lapak darurat Pasar Depok, mengaku tidak bisa mengajukan los tambahan, tanpa alasan yang jelas dari dinas terkait.

”Padahal, saya sudah berjualan di sini hampir 21 tahun. Saya punya kios seluas enam meter persegi. Tapi, ketika ingin menambah lagi kesannya seperti dipersulit. Parahnya, saya tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari pengelola pasar maupun Dinas Pengelolaan Pasar (DPP),” ujarnya, Jumat (8/2).

Dia mengaku kecewa dengan kondisi itu. Karena, pengajuan tambahan los terkesan pilih kasih. Pihak pengelola pasar, beralasan waktu pendaftaran sudah ditutup dan los yang tersedia telah habis. Tapi yang mengherankan, ada beberapa pedagang masih bisa menambah los.

”Jadinya, saya kecele. Padahal, surat permohonannya sudah saya siapkan sejak tiga hari lalu. Saya juga sanggup nyicil 10 bulan ke depan. Tapi tetap saja ditolak,” keluhnya.

Dia menduga, beberapa los yang tersedia di pasar itu telah dipesan terlebih dahulu oleh pedagang lainnya. Bahkan, kemungkinan 64 kios yang telah diundi sebelumnya telah ada yang memesan. ”Prinsipnya, berarti kalau ada uang pasti ada barang. Jadi, yang tidak memiliki kedekatan khusus dengan pengelola pasar pasti tidak bisa mendapat tambahan los,” katanya.

”Ada sedikitnya 12 pedagang, yang memiliki lahan seluas enam meter persegi ikut undian los. Luas lapak saya, sekitar enam meter persegi dibagi dua. Satu untuk jualan kelontong sisanya untuk pakan burung,” katanya lagi.

Pedagang lainnya, Mardiyati, mencurigai ada permainan dalam masalah itu. Dia merasa, banyak pedagang yang akhirnya tidak bisa mendapatkan kios. Di samping itu, kebijakan dinas juga tidak konsisten termasuk mengenai waktu undian los.

”Kami bingung. Informasi yang benar yang mana. Dulu, dinas bilang undian dilakukan pekan ini. Tapi, setelah ditunggu-tunggu tak kunjung dilaksanakan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala DPP Solo, Subagiyo, berdalih mundurnya waktu pengundian los di pasar itu karena harus mempersiapkan prosedurnya lebih matang lagi.

Mengenai keluhan pedagang yang tak bisa menambah los, menurutnya, karena jumlahnya memang terbatas. Sehingga DPP tidak bisa lagi mengakomodasi keinginan mereka. ”Senin (11/2) pekan depan, kami baru mengumpulkan pedagang untuk menyosialisasikan pelaksanaan undian los. Kita siap terima segala jenis aspirasi dari pedagang untuk menentukan waktu yang tepat,” imbuh dia.

Fariz Fardianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR