JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Bakul Klewer Ancam Turun ke Jalan : KPPK Dukung Revitalisasi Pasar

Bakul Klewer Ancam Turun ke Jalan : KPPK Dukung Revitalisasi Pasar

575
HPPK TOLAK DED – Pedagang pasar klewer melakukan aktifitas berdagang di Pasar Klewer, Solo, Rabu (6/1). Pedagang Pasar Klewer menganggap hasil Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Klewer tidak masuk akal karena menurut pedagang persoalan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan belum kelar. Joglosemar/Abdullah Azzam

PASAR KLIWON- Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) menolak hasil detail engineering design (DED) revitalisasi Pasar Klewer. Bahkan, jika tahapan revitalisasi dilanjutkan, mereka mengancam akan demo turun ke jalan.

Humas HPPK, Kusbani, dalam juma pers, Rabu (6/2), mengatakan, DED itu tidak masuk akal. Alasannya, selama ini masukan dari 2.075 pedagang dari HPPK terkait revitalisasi Pasar Klewer diabaikan. ”Feasibility study (FS) atau studi kelayakan saja kami anggap belum beres, kok DED sudah selesai?,” ucapnya, kemarin.

HPPK, lanjut dia, akan berkonsolidasi dengan para pedagang. Setelah itu, pengurus HPPK akan membuat jadwal bersama perwakilan pedagang di setiap blok. Yakni, kata Kusbani, jadwal untuk mendatangi Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) yang mengeluarkan informasi, jika DED selesai dibuat. ”Kami ke Pemkot akan minta kejelasan atau audiensi soal DED. Antara Senin hingga Selasa (11-12/2) nanti,” katanya.

Ketua HPPK, Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya menolak keras hasil DED yang diklaim Pemkot sudah rampung dibuat. Alasannya, sejak 15 September 2012 masukan atas FS dari HPPK yang tidak sesuai dengan kenyataan, belum direvisi. Alasan lain, HPPK belum menerima sosialisasi soal DED. ”Kenapa kemudian DED sudah selesai? Pemkot terkesan memaksakan kehendak pedagang,” sebut dia.

Kadir berujar, informasi rampungnya DED, sudah membuat kegaduhan di pasar yang dibangun 1970-an itu. Pasalnya sejak Rabu (6/2), pedagang terus mempertanyakan soal DED yang membuat aktivitas pedagang di pasar terganggu.

Bahkan, sambung dia, sudah ada beberapa pedagang yang mendesak untuk turun ke jalan. ”Pasar Klewer itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Tak hanya 2.075 orang di kios. Tapi ada karyawan dan pedagang lain yang berjumlah 5.000 lebih yang bergantung di Klewer,” imbuh dia.

Seorang pedagang di Pasar Klewer bagian timur, Suparno Hasan (61), ikut menyayangkan sikap Pemkot, jika benar-benar merevitalisasi pasar menjadi bangunan yang baru. Dia siap ikut turun ke jalan untuk memprotes hasil DED tersebut. ”Lha pasar saja masih bagus kok, masak harus dibangun dari awal. Nasib kami pedagang kecil bagaimana? Mbok ya direnovasi bagian yang rusak saja,” katanya.

Terpisah, Ketua Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK) Suhardi, tetap mendukung langkah Pemkot. Pihaknya yang sejak pertama konsisten mendukung revitalisasi, dan minta Pemkot tetap fokus dan menjalankan proses demi proses.

Dalam komunitasnya, Suhardi mengaku tidak akan banyak berkomentar terkait proses revitalisasi. “Kita terus mengawal revitalisasi. Pasar Klewer sudah seharusnya direvitalisasi, karena overload dan bangunannya sudah tua,” tuturnya.

Sementara itu, Kordinator Komite Pecinta Cagar Budaya Nusantara (KPCBN), Agus Anwari, berpendapat, Pasar Klewer seharusnya dipindah, bukan direvitalisasi bangunanya. Alasannya, Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta merupakan pusat budaya, bukan pusat perekonomian.

”Sudah sejak lama keraton sudah didesain sebagai pusat pemerintahan bukan perekonomian. Kalau pusat ekonomi diletakkan di sekitar Pasar Gede,” katanya. KPCBN usul Pasar Klewer dipindahkan ke Singosaren dan Pasar Jongke. Ronald Seger Prabowo |Muhammad Ismail

BAGIKAN