Bakul Pasar Nongko Saling Berebut Los

Bakul Pasar Nongko Saling Berebut Los

207
Pasar Nongko

BANJARSARI-Sejumlah pedagang di Pasar Nongko, masih mengeluhkan minimnya fasilitas yang ada di dalam pasar itu. Imbasnya, mereka saling berebut los, agar bisa menikmati fasilitas yang ada.

Kondisi tersebut, sempat terjadi antara pedagang di basement dengan lantai satu. Berdasarkan pantauan Joglosemar, kemarin, di lantai basement Pasar Nongko, fasilitas yang ada di pasar tersebut memang masih terbatas.

Area drop out angkutan barang di dekat los, justru digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua milik pedagang. Tak hanya itu, di sepanjang saluran pembuangan air atau selokan, menurut sejumlah pedagang juga kerap mampet. Akibatnya, air sering membludak dan menggenangi lantai.

Sumi (70), salah seorang penjual nasi liwet, mengaku kesulitan membuang air limbah, karena saluran gorong-gorongnya tidak bisa berfungsi maksimal. Menurutnya, saluran itu tertutup sampah dan lumpur bekas bangunan pasar.

”Sejak awal boyongan hingga sekarang, saya masih melihat ada beberapa kerusakan di lantai basement Pasar Nongko. Salah satunya, ada rembesan air yang berada tepat di atas los milik saya. Hal ini, disebabkan saluran toilet di lantai satu ada yang bocor,” ujar Sumi, kepada wartawan, di los miliknya, Senin (4/2).

Kata Sumi, rembesan air yang berasal dari saluran toilet tersebut selalu membasahi los miliknya. Dia mengaku, sangat terganggu dengan kondisi itu, karena tidak bisa leluasa berjualan dari pagi hingga sore.

Fasilitas yang serba terbatas itu, membuat para pedagang saling iri. Seorang pedagang, yang enggan disebutkan namanya, mengaku, pedagang di lantai basement banyak yang tidak bisa pindah menempati lantai satu.  ”Saya tidak terlalu memahami alasannya. Tapi, ketika ada pedagang yang ingin pindah los dari basement ke lantai satu tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi kebenarannya, U’un (38), salah satu pedagang di lantai satu, menuturkan, di lantai satu memang masih ada beberapa los yang kosong. Namun, itu lebih disebabkan pedagang yang menempatinya sedang libur. ”Jadi, itu memang sudah ada yang punya. Saya rasa, seluruh los di sini sudah terisi semua. Tidak ada yang kosong,” katanya.

Lurah Pasar Nongko, Agus Suharto, tidak mau berkomentar soal penataan zona pedagang dan keberadaan lahan parkir di lantai basement Pasar Nongko. Dia menampik beredarnya pungutan liar (Pungli) di wilayah kerjanya, yang sempat berembus.

Dia justru mengintimidasi wartawan agar tidak memberitakan kekurangan fasilitas di dalam pasar. ”Itu kewenangannya kami serahkan kepada Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). Dan saya pribadi, tidak ingin berkomentar banyak terkait kebijakan itu,” tandasnya. Fariz Fardianto

BAGIKAN