Balon Udara Meledak, 18 Turis Tewas

Balon Udara Meledak, 18 Turis Tewas

411

Tekanan terlalu kuat pada balon, lalu api dari mesin menyentuh balon dan tiba-tiba balon tersebut terbakar.” Mohamed | Pemandu wisata asal Mesir

PEMERIKSAAN-Polisi dan Tim SAR melakukan penyelidikan pada reruntuhan balon udara yang meledak dan jatuh di Luxor, Mesir, Selasa (26/2). Reuters | Stringer
PEMERIKSAAN-Polisi dan Tim SAR melakukan penyelidikan pada reruntuhan balon udara yang meledak dan jatuh di Luxor, Mesir, Selasa (26/2). Reuters | Stringer

KAIRO-Sedikitnya 18 orang tewas ketika sebuah balon udara meledak terjatuh kemudian terbakar di kota tua, Luxor, Mesir, Selasa (26/2). Para korban tewas sebagian besar adalah wistawan asal Asia dan Eropa.

“Ledakan terjadi pada pagi hari. Tekanan terlalu kuat pada balon, lalu api dari mesin menyentuh balon dan tiba-tiba balon tersebut terbakar,” kata seorang pemandu wisata lokal yang bernama Mohamed kepada Xinhua, Selasa (26/2) siang. “Balon tersebut milik perusahaan Sky Cruise. Korban jiwa dan cedera telah dibawa ke Rumah Sakit Internasional Luxor,” ia menambahkan.

Balon udara itu terjatuh di sebuah lahan pertanian beberapa kilometer dari lokasi wisata lembah kuil-kuil Firaun. Sesaat setelah terjatuh, tim penolongh langsung melakukan proses evakuasi korban dan mengumpulkan reruntuhan balon untuk bahan penyelidikan.

Menteri Kesehatan Mesir Mohamed Mostafa Hamed menjelaskan satu warga Mesir tewas dalam kecelakaan itu. Sedangkan korban tewas lainnya berasal dari Jepang, China, Perancis, Inggris dan Hungaria. Hamed juga mengatakan dua wisatawan asal Inggris ditemukan masih hidup dan kini dalam perawatan di Rumah Sakit Luxor. Sedangkan Ahmed Aboud, Kepala Asosiasi Operator Balon Udara di Luxor, menjelaskan pilot balon udara selamat setelah melompat saat balon berada di ketinggian 10-15 meter.

Perwakilan Inggris di Mesir berharap korban jiwa dari pihaknya tidak dalam jumlah besar. “Kami percaya korban dari warga Negara Inggris sedikit,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Inggris. Sementara Kedutaan Besar Jepang mengungkapkan empat warganya meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Keduataan Perancis meirilis dua warga mereka tewas dalam peristiwa itu.

Sementara sembilan wisatawan dari Hong Kong, tewas dalam ledakan tersebut. “Delapan-belas wisatawan –sembilan dari Hong Kong, empat Jepang, dua Inggris, dua Perancis dan satu Mesir– telah tewas dalam kecelakaan tersebut,” kata Abul Naga Abdel-Rady, Kepala Dinas Ambulans di Luxor.

Edisi daring harian resmi Al-Ahram mengutip satu sumber di Perusahaan Sky Cruise menyebutkan selang yang terhubung ke tabung gas putus sewaktu beberapa pekerja berusaha mengikatkan tambang ke balon selama pendaratan, sehingga mengakibatkan ledakan. Sumber itu menambahkan setelah selang terputus, tangki meledak, dan balon tersebut naik ke udara setinggi 400 meter lalu terbakar sementara 19 wisatawan berada di dalamnya. Antara | Reuters

BAGIKAN