JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bandar Narkoba Sengaja Dibiarkan

Bandar Narkoba Sengaja Dibiarkan

627
BAGIKAN

Sindikat Peredaran di LP Sragen Bukan Rahasia

Penangkapan Kurir Sabu
Penangkapan Kurir Sabu

SRAGEN—Penangkapan sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sragen dan dua pemakai serta pengedar sabu oleh Polres Sragen awal pekan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Namun, di balik keberhasilan itu, sejumlah elemen mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dan pihak LP Sragen yang hingga kini belum mampu mengungkap bandar besar di balik peredaran narkoba di LP maupun di wilayah Sragen.

Salah satu mantan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), SH (46), warga Sragen Kota mengakui di balik prestasi aparat menangkap banyak pelaku, ia menilai kinerja kepolisian masih kurang maksimal dalam memberantas peredaran narkoba di Sragen. Menurutnya, mayoritas pelaku yang hanya pemakai, pengedar, dan kurir adalah bukti bahwa kepolisian seolah hanya berkonsentrasi memberantas jaringan bawah, sedang bandar utamanya masih dibiarkan bebas melenggang.

“Kalau Polres punya niat baik memberantas narkoba mestinya punya gereget mengejar dan menangkap bandar. Selama ini kan yang ditangkap hanya pemakai, pengedar, kurir. Kalau mau serius memberantas, saya yakin tidak akan sulit melacak bandar,” katanya, Kamis (21/2).

Ia juga meminta Polres bersikap tegas terhadap otak peredaran narkoba di dalam LP Kelas II A Sragen. SH yang mengetahui seluk beluk LP Sragen, mengungkapkan indikasi adanya sindikat peredaran narkoba di LP Sragen bukanlah sesuatu yang rahasia lagi. Pernyataan orang-orang yang mengatakan LP steril dari handphone maupun narkoba hanya bahasa alibi untuk membuai publik. “Karena kenyataan di dalam tidaklah demikian. Handphone bebas dipakai. Bahkan ada warga binaan yang menyewakan handphone. Silakan dipikirkan bagaimana itu terjadi,” urainya.

Pengamat sekaligus Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang Sragen, Rus Utaryono juga menilai keseriusan sangat diperlukan karena realita memang menguatkan adanya sindikasi sistemik peredaran narkoba utamanya di LP Sragen. Sistem keamanan dan perilaku sebagian orang dalam yang diduga “toleran” juga memungkinkan praktik pengendalian jaringan narkoba di balik LP semakin subur.

Pengamat hukum UNS, Dr Pujiyono menilai karena faktanya sudah bertahun-tahun belum ada tindakan signifikan di LP, bukan hal yang mustahil jika kemudian muncul asumsi pihak LP dan polisi memilih pasif karena ada kepentingan, mengamankan kepentingan, atau justru cenderung melakukan pembiaran terhadap pelaku sindikat narkoba yang bermain di dalam LP.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi tidak bersedia berkomentar saat dihubungi via telepon. Pun ketika ditemui di kantornya, juga tidak berada di ruangan. Namun, dalam beberapa kesempatan ia menolak tudingan dianggap tidak maksimal memberantas peredaran narkoba di Sragen.

“Yang jelas kami tidak menolerir peredaran narkoba. Setiap ada temuan juga selalu kami upayakan untuk dikembangkan sampai jaringan pemasok maupun bandarnya,” ujarnya saat menggelap jumpa pers dua hari lalu.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) LP Sragen, Mulyana juga mengatakan pihaknya sudah berupaya meningkatkan pengawasan dan meminimalisasi celah masuknya narkoba ke LP. Soal adanya sipir yang menjadi pemakai atau kurir, hal itu di luar wewenang LP. Wardoyo