JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Bantuan Rumah Tak Layak Huni Ditingkatkan 100 Persen

Bantuan Rumah Tak Layak Huni Ditingkatkan 100 Persen

909
BAGIKAN
Joglosemar|Ario Bhawono TINGGAL DI KANDANG-Pasangan suami istri Lansia Sadimedjo (87) dan Wagiyem (75), warga Dukuh Brantiharjo, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono tinggal di kandang kambing. Pasutri ini diharapkan termasuk yang akan mendapatkan bantuan rehab rumah tahun 2013 ini
Joglosemar|Ario Bhawono
TINGGAL DI KANDANG-Pasangan suami istri Lansia Sadimedjo (87) dan Wagiyem (75), warga Dukuh Brantiharjo, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono tinggal di kandang kambing. Pasutri ini diharapkan termasuk yang akan mendapatkan bantuan rehab rumah tahun 2013 ini

BOYOLALI –  Jumlah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Boyolali masih mencapai 78.497 rumah. Untuk membebaskan masyarakat dari masalah ini, Pemkab Boyolali akan menggelontorkan bantuan rehab rumah. Tahun ini, bantuan rehab rumah tak layak huni nilainya meningkat 100 persen.

Prawoto, Kasubid Pemberdayaan Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Boyolali mengungkapkan, tahun ini upaya pengentasan rumah tak layak huni mendapatkan alokasi dana Rp 5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk merenovasi 1.000 rumah milik warga miskin. Dan masing-masing rumah akan mendapat bantuan Rp 5 juta. “Tahun ini bantuan renovasi rumah meningkat 100 persen. Jika tahun kemarin tiap rumah mendapatkan bantuan Rp 2,5 juta per rumah, tahun ini masing-masing rumah mendapatkan” ungkap Prawoto, Rabu (20/2).

Bantuan dengan nilai Rp 5 juta tersebut akan diberikan dalam bentuk bahan material bangunan sesuai dengan proposal yang diajukan oleh desa yang bersangkutan. Bantuan bisa berupa pasir dan semen untuk pengecoran, atau genteng untuk atap rumah. Diakuinya, program bantuan rehab rumah ini belum bisa mengcaver seluruh kebutuhan rumah yang mendapatkan bantuan rehab. Sehingga bantuan rehab ini semestinya dikerjakan dan didukung dengan swadaya masyarakat secara bergotong-royong. Dengan langkah ini, diharapkan pengentasan rumah tidak layak huni menjadi efektif.

Lebih lanjut dijelaskannya, kriteria penerima dana bantuan rehab RTLH di antaranya yakni Kepala Keluarga (KK) miskin yang terdaftar dalam data KK miskin SK Bupati. Selain itu kondisi rumah benar-benar tidak layak huni, seperti kondisi lantai masih berupa tanah, dinding terbuat dari bambu, rumah tidak berventilasi serta sejumlah kriteria lain.

Selain bantuan rehab rumah, menurut dia Pemkab juga akan  mengelontorkan bantuan semen senilai Rp 2 miliar untuk pembangunan infrastruktur pedesaan serta bantuan alat teknologi tepat guna sebesar Rp 80 juta. Bantuan teknologi tepat guna tersebut diperuntukkan bagi 20 kelompok miskin yang memiliki keterampilan usaha. Diharapkan dengan bantuan-bantuan ini, dapat menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan derajat perekonomian masyarakat. “Misalnya bantuan mesin jahit untuk tukang jahit, peralatan perbengkelan untuk bengkel motor,” imbuh dia.

Ario Bhawono