JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Batik Antihujan

Batik Antihujan

1091
BAGIKAN

Persaingan dunia usaha sekarang semakin ketat. Tidak heran kalau pelaku usaha semakin memeras otak dan kreativitas demi menghasilkan produk yang memenuhi selera pasar. Berbagai terobosan dibuat untuk bisa bersaing dengan produk lain. Apalagi kalau produk yang dihasilkan bisa ngetrend, sudah pasti rezeki mengalir semakin lancar.

Tapi gara-gara produk yang baru ngetrend, Dul Kenthut baru-baru ini sempat mumet sak pole. Anak bungsunya, Bill Tengil, yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar, tiba-tiba merajuk minta dibelikan batik seperti yang dipakai temannya.

“Pak, aku pengen dibelikan batik antihujan, seperti punya temanku,” rajuk Bill Tengil.

“Batik antihujan? Belinya di mana ta, Le?” tukas Dul Kenthut bingung.

Ya embuh. Pokoke Bill minta dibelikan,” sahut Bill Tengil sambil mecucu.

Ya wis, besok Bapak carikan di toko ya,” kata Dul Kenthut.

Hari berikutnya, selepas kerja Dul Kenthut pun mulai berburu batik antihujan seperti yang dimaui anaknya. Ia keluar masuk toko baju di sepanjang jalan menuju rumahnya, tetapi tak satupun yang menyediakan baju batik antihujan. Bahkan, seorang pramuniaga berani memastikan kalau baju batik seperti itu belum ada di toko manapun.

Tapi rupanya, Bill Tengil tak mau tahu. Ia malah menangis tersedu-sedu saat ayahnya pulang tanpa batik antihujan idamannya. Karena mumet menghadapi anaknya yang rewel, Dul Kenthut pun bergegas menuju rumah teman anaknya untuk menanyakan tempat membeli batik antihujan. Kebetulan Dul Kenthut kenal baik dengan Jim Belong, ayah teman anaknya tersebut. Hanya lima menit berjalan kaki, Dul Kenthut pun sampai di rumah Jim Belong. Ia segera mengutarakan maksudnya.

Woalah… sanes batik antihujan Pak Dul. Tapi jas hujan bercorak batik. Mungkin anak njenengan melihat anak saya pakai mantel itu, jadi dikiranya baju batik antihujan,” kata Jim Belong sambil menunjukkan mantel batik milik anaknya. Dul Kenthut manthuk-manthuk sambil kliyeng-kliyeng. Tiwas ngubek-ubek toko pakaian.