JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Bau Menyengat, Warga Keden Keluhkan TPS Ilegal

Bau Menyengat, Warga Keden Keluhkan TPS Ilegal

328
BAGIKAN
TPS Keden

KLATEN – Warga Desa Keden, Kecamatan Pedan mendesak Pemkab Klaten untuk memindahkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang berlokasi di area persawahan desa setempat. Desakan itu menyusul tidak nyamannya pengguna jalan yang mengeluhkan bau menyengat saat melintasi TPS itu.

Kepala Desa Keden, Supraptoyo, mengatakan TPS yang menempati lahan seluas 2000 meter persegi di persawahan milik warga itu merupakan TPS ilegal. Pihaknya meminta instansi terkait untuk segera memindahkan sampah-sampah yang sudah menumpuk di lokasi tersebut. “Sampah sudah menumpuk setelah selama lima tahun di jadikan tempat pembuangan sampah oleh warga dari berbagai daerah. Baunya sangat mengganggu terutama bagi pengguna jalan,” ujar Supraptoyo saat ditemui, Kamis (14/2).

Atas kondisi itu, pihaknya akan menutup TPS liar tersebut setelah sampah dialihkan ke lokasi lain. Pemdes juga akan memberikan sanksi tegas jika ada masyarakat yang nekat membuang sampah di lokasi tersebut. “Dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah menyediakan alat berat untuk membersihkan sampah. Sejak Sabtu (9/2) kemarin sampah-sampah juga sudah mulai diratakan. Selanjutnya pemilik lahan akan memberi pagar, agar tidak dijadikan lokasi pembuangan sampah. Kami juga akan memberi papan nama pelarangan membuang sampah,” jelasnya.

Supraptoyo berharap agar masyarakat yang hendak membuang sampah tidak dibuang di area persawahan desanya. Selain membuat bau menyengat juga akan berdampak mengganggu kesehatan. “Sebenarnya ada TPS yang legal di Desa Troketon, Pedan. Seharusnya warga membuang disana bukannya malah di sini. Sebab baunya menyengat dan mengganggu kesehatan”, imbuh Supraptoyo.

Surwanto, warga Desa Keden, mengatakan warga sudah melapor berulang kali, namun baru ada tindakan dari Pemkab Klaten. TPS ilegal itu hanya diratakan. Awalnya TPS ini hanya digunakan warga Keden dan tidak menimbulkan bau yang menyengat karena sampah yang dibuang masih sedikit. “Namun lama kelamaan dari beberapa kecamatan seperi Trucuk, Cawas, dan Bayat juga membuang ke sini, sehingga sampah bertambah banyak,” jelas Sarwanto.

Ia juga menuturkan sangat terganggu saat melintasi lokasi TPS ilegal di Desa Keden. Mengingat lokasi itu merupakan jalur lalu-lintas masyarakat baik dari Trucuk maupun Pedan. “Sangat mengganggu baunya. Kami berharap sampah-sampah itu dibersihkan biar tidak mengganggu pengguna jalan,” tuturnya. Angga Purnama