Bekerja Lebih dari 8 Jam Sehari, Penyakit Jantung Mengintai

Bekerja Lebih dari 8 Jam Sehari, Penyakit Jantung Mengintai

362
Ilustrasi

Bekerja lebih dari delapan jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 80 persen. Benarkah? Banyak pekerja sering lupa waktu saat berada di kantor. Saking menumpuknya tugas kantor, waktu istirahat akhirnya berkurang dan jam kerja melebihi batas wajar.

Para peneliti seperti dilansir Vivanews  mengatakan bahwa jam kerja yang panjang bisa berisiko menimbulkan serangan jantung dan stroke. Tak hanya sekedar penelitian, ini bisa menjadi sebuah peringatan, karena analisis dari 12 studi yang dilakukan sejak 1958 telah melibatkan 22.000 orang dari seluruh dunia.

Analisis yang dilakukan oleh para ilmuwan di Institut Kesehatan Kerja di  Finlandia, menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih panjang dari delapan jam memiliki kesempatan 40 sampai 80 persen lebih besar terserang  penyakit jantung. Ukuran peningkatan bervariasi tergantung pada bagaimana studi masing-masing dilakukan.

Efek yang lebih menonjol ketika peserta diminta menyatakan, berapa lama mereka bekerja, tetapi ketika peneliti memonitor jam kerja, peningkatan risiko penyakit jantung lebih dekat pada angka 40 persen. Peneliti utama, Dr Marianna Virtanen, mengatakan, efek ini bisa terjadi karena kerja terlalu lama berpotensi menimbulkan stres yang menjadi penyebab timbulnya banyak penyakit.

Pemicu lain bisa karena kebiasaan makan yang buruk dan kurangnya olahraga karena waktu sangat luang terbatas. Penelitian ini juga menemukan, bahwa pekerja usia setengah baya yang bekerja 55 jam selama seminggu berisiko  memiliki fungsi otak yang lebih buruk daripada mereka yang bekerja tidak lebih dari 40 jam. Mereka yang bekerja 55 jam seminggu ditemukan memiliki skor lebih rendah pada tes untuk mengukur kecerdasan, memiliki memori jangka pendek dan mengalami kesulitan mengingat kata.

Masyarakat Inggris merupakan pekerja yang memiliki jam kerja paling panjang di Eropa, dengan rata-rata jam kerja 42,7 jam per minggu.  Selama mereka para pekerja  di Jerman biasanya bekerja selama 42 jam, sementara Denmark  39,1 jam. Diperkirakan bahwa lebih dari lima juta orang di Inggris dibayar untuk melakukan  jam kerja ekstra untuk bertahan pada pekerjaan mereka. Namun jam kerja yang terlalu panjang bisa menghancurkan kesehatan mereka.  “Ada beberapa potensi mekanisme yang mungkin mendasari hubungan antara jam kerja yang panjang dan penyakit jantung,” kata Dr Virtanen dikutip Daily Mail.

Selain paparan stres psikologis, katanya, pemicu lainnya juga bisa akibat tingkat hormon stres kortisol meningkat, kebiasaan makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik karena waktu luang terbatas.

Krisna Kartika S

BAGIKAN