Belum Ada Vaksin, Peternak Ramu Obat Sendiri

Belum Ada Vaksin, Peternak Ramu Obat Sendiri

672
Peternak itik was-was
Peternak itik was-was

BOYOLALI – Serangan flu burung atau Avian Influenza (AI) membuat peternak unggas, utamanya itik, was-was. Apalagi saat ini belum ada vaksin AI varian baru yang menyerang itik.  Sehingga untuk mengobati itik yang sakit peternak membuat ramuan obat sendiri meski tidak ada jaminan sembuh.

Supriyanto (39), peternak itik warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono mengaku terpukul karena belasan itiknya mati beberapa waktu lalu. Awalnya itik terlihat sempoyongan dan seringkali menabrak batas kandang. Setelah diperiksa ternyata mata matanya telah buta dan kurang dari satu jam kemudian mati.

Saat unggasnya sakit, dia mengaku sempat menanyakan obat ke toko pakan ternak, tetapi ternyata tidak ada obatnya. Demikian pula saat dia bertanya ke peternak yang lain, ternyata masalah yang mereka hadapi sama. “Karena bingung belum ada obatnya, akhirnya daripada itik mati semua saya lantas coba-coba obati sendiri,” tutur dia, Jumat (22/2).

Sugiyanto mengaku membuat obat sendiri dengan meramu sejumlah bahan empon-empon, seperti jahe dan kencur. Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus dengan dicampur gula jawa. Tumbukan empon-empon tersebut kemudian dicampurkan dengan pakan itik dan diberikan ke unggas. Meski tidak yakin kasiatnya, namun menurut Sugiyanto obat itu cukup mengurangi gejala penyakit pada itik.

“Biasanya saya berikan pagi dan sore,” terang dia.

Maryoto (53), peternak itik Jembungan yang lain, mengakui sudah ada upaya penyemprotan desinfektan dari dinas terkait. Namun karena petugas terbatas, sehingga dirinya menyemprot sendiri kandang miliknya agar tidak terlalu lama menunggu giliran. “Adanya baru desinfektan, untuk obat atau vaksin belum ada,” kata dia.

Terpisah, Ida Nawaksari, Kabid Kesehatan Hewan Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali membenarkan belum adanya vaksinasi AI varian baru yang menyerang itik. Menurutnya, vaksin tersebut baru dikirim dari pusat pada Maret mendatang. Saat ini menurut dia yang ada hanya vaksin AI varian yang lama. Jumlah vaksin yang tersedia mencapai 50.000 untuk 50.000 unggas, khususnya ayam. Sedangkan upaya antisipasi penyebaran flu burung di Boyolali, pihaknya sudah melakukan desinfektanisasi kandang-kandang unggas, terutama di sentra peternak itik di Kecamatan Sawit dan Banyudono. Mengingat jumlah petugas yang terbatas, pihaknya meminta peternak proaktif mengambil desinfektan di UPTD secara gratis. Ario Bhawono

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR