JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Bijak Pilih Jurusan dan PT

Bijak Pilih Jurusan dan PT

665

Ketepatan sesuai dengan kemampuan, bukan karena adanya pemaksaan dari pihak manapun akan memacu mahasiswa berkembang pada bidang yang diinginkannya.

ilustrasi
ilustrasi

Life is a choice, hidup adalah sebuah pilihan. Sebaris ungkapan tersebut tampaknya dapat mewakili suatu keadaan yang bersifat universal. Seperti digambarkan pada suasana civitas akademia yang hampir terjadi setiap tahunnya. Hilir mudik civitas akademia yang dimaksud adalah suatu keadaan di mana calon Mahasiswa Baru (Maru) sedang marak-maraknya memilih serta mempertimbangkan Perguruan Tinggi (PT) mana yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu sesuai minat serta cita-cita yang telah mereka pupuk di masa mereka duduk di bangku sekolah.

Berlangsungnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), bukan menjadi masalah besar untuk PT. Hal ini diungkapkan oleh Moordiningsih, Dosen Fakultas Psikologi UMS. Sebenarnya tergantung pengambilan keputusan dari seorang calon Maru, apakah sudah terlatih sejak awal atau tidak, serta sudah di beri informasi-informasi oleh sekolahnya, teman, maupun orangtua.

Stigma masyarakat mengenai PTS dan ketika tidak di terima PTN lalu merasa kecewa layaknya tidak perlu lagi hal itu terjadi. “Sebenarnya hal itu tergantung pada pribadi calon mahasiswa karena belajar di perguruan tinggi itu sudah sangat berbeda seperti anak SMA di perguruan tinggi itu sudah sangat bergantung pada pencarian dan pengembangan dirinya,” tutur Moordiningsih yang juga selaku Pimpinan Perpustakaan UMS.

Kekhawatiran mengenai mutu PTS yang ramai di masyarakat kurang dari PTN itu mungkin tidak benar. PTS kini giat untuk bersaing menjadi seperti PTN sehingga masyarakat kini tidak perlu takut akan masa depan dari anaknya yang harus bersekolah di swasta. Yang perlu dilakukan adalah kini para calon mahasiswa baru mampu atau tidak untuk mengembangkan diri, untuk bisa bersaing dan berkompetisi dengan siapapun.

Pemilihan jurusan yang tepat akan membuat pengembangan diri dari seorang mahasiswa, semakin baik. “Secara psikologis pemaksaan dan pemilihan jurusan yang tidak tepat efeknya sangat tidak bagus bagi calon mahasiswa baru tersebut, sehingga peran orangtua di sini adalah membimbing anak-anaknya,” tambah Moordiningsih.

Ketepatan sesuai dengan kemampuan, bukan karena adanya pemaksaan dari pihak manapun akan memacu mahasiswa berkembang pada bidang yang diinginkannya. “Hal pertama yang dilakukan adalah berkonsultasi dengan orangtua terlebih dahulu, lalu dengan guru sekolahnya yang mengetahui di mana letak prestasi atau keunggulan yang dimiliki dari calon Maru  tersebut atau ke psikolog untuk pengambilan keputusan, serta mengetahui bakat minat dalam dirinya,” imbuhnya.

Kiat-kiat yang di perlukan calon Maru agar tepat dalam memilih jurusan dan universitas, agar tidak dikatakan tersesat, yaitu dengan mengenali dirinya terlebih dahulu dalam hal ini bakat dan minat. Kemudian, memprediksi untuk pengembangan karier atau cita-cita yang dituju, mencari informasi yang relevan sebanyak-banyaknya, serta menetapkan pilihan dan berkonsultasi dengan orang tua terkait dengan jarak dan pembiayaan sekolah nantinya.

Persaingan PT          

Kebingungan calon Maru dalam memilih PT atau jurusan adalah hal yang lumrah. Melihat keadaan itu, Muhammad Mujibhurohman selaku Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (PMB UMS) turut angkat bicara.

“Saya tidak tahu persis apa yang ada di benak mereka. Namun,  menurut saya pribadi ada tiga dasar yang menjadi bahan pertimbangan mereka, yang pertama ialah dilihat dari segi keuangan personal maupun keluarga, lalu bisa pula kebijakan pemerintah yang mampu menjadi dasar mereka dalam memilih jurusan, dan yang pasti adalah peluang kerja itu sendiri,” urai dia.

Tak hanya calon Maru  yang harus bersaing untuk bisa masuk  ke PT idaman mereka. Sejalan dengan hal tersebut, persaingan antar-PT  dalam hal manajemen mutu dan kualitasnya pun juga tidak ketinggalan. Meneropong lebih jauh, Mujibhurohman yang juga  menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) juga menjelaskan universitas mampu bersaing bilamana universitas telah mencapai standar minimal yang telah ditentukan. Di samping memiliki kualitas output yang dihasilkan universitas itu sendiri, seperti yang dikatakannya output yang baik apabila proses belajar mengajarnya, fasilitas, sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) bisa terpenuhi.

Dalam pengamatannya jurusan yang banyak diminati di kampus yang telah berdiri sejak tahun 1980-an ini adalah fakultas kedokteran dan farmasi. Ditambah lagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kini jumlah mahasiswanya mencapai  27.000 orang ini, menurut Mujib adalah dengan adanya bangunan-bangunan vital lain selain gedung perkuliahan, yang mampu menunjang pembelajaran serta hiburan. “Ada Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa), Pondok Shobron atau Baitul Arqam, Muhammadiyah Medical Center (MMC), serta Edu Park, dan semua itu untuk pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.  Tim UMS

BAGIKAN