Bom di Markas Polisi, 33 Tewas

Bom di Markas Polisi, 33 Tewas

219


Peristiwa tersebut mengguncang situasi yang relatif tenang salama beberapa hari terakhir di Irak.

KIRKUK—Aksi bom bunuh diri yang diikuti dengan serbuan sekelompok pria bersenjata ke markas polisi di Kota Kirkuk, wilayah utara Irak, menewaskan 33 orang dan melukai 70 orang lainnya, Minggu (3/2).

Pelaku bom bunuh diri diketahui mengendarai mobil berisi bahan peledak lalu menghantam pintu masuk markas. Ledakan bom mobil mengoyak tembok beton markas polisi, menghancurkan mobil-mobil di dalamnya. Jenazah bergelimpangan di bawah puing-puing kantor pemerintah di sekelilingnya.

Setelah ledakan, para gerilyawan yang mengenakan rompi penuh dengan peledak menyerang dengan senjata AK 47 dan granat. Kepala Departemen Layanan Darurat, Brigjen Natah Mohammed Sabr, mengatakan kepada AFP bahwa pelaku sempat mencoba untuk menguasai kantor polisi itu, tetapi tidak berhasil.

“Serangan tersebut terjadi pada pagi hari, ketika sekelompok milisi bersenjata yang membawa granat dan mengenakan rompi bunuh diri mencoba menerobos markas polisi di tengah situasi yang sibuk pasca-pemboman terjadi. Serangan itu juga menyebabkan sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian rusak parah,” kata Sabr.

Peristiwa tersebut mengguncang situasi yang relatif tenang salama beberapa hari terakhir di Irak. Negara itu memang tengah mengalami krisis politik seiring perpecahan yang terjadi antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra pemerintah serta protes yang meminta kepala pemerintahan Irak itu untuk mundur dari jabatannya.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi milisi Sunni termasuk kelompok garis depan Al Qaida di Irak seringkali menargetkan pasukan keamanan dan bangunan pemerintah dalam upayanya untuk mengguncang stabilitas di Irak.

Kirkuk adalah sebuah kota yang terletak 240 kilometer di utara Baghdad. Kota yang berpenduduk multietnis itu berada di wilayah sengketa yang diklaim oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom Kurdi. Sengketa itu terkait hak minyak dan lahan.

Sengketa yang tak terselesaikan itu seringkali disebut-sebut sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas Irak oleh sejumlah pejabat dan diplomat.

Kelompok milisi acap memanfaatkan buruknya koordinasi antara pasukan keamanan pemerintah pusat dan daerah guna melancarkan serangan di kota yang masih menjadi salah satu titik paling berbahaya di Irak itu.

Dua pekan lalu 10 orang tewas dalam serangan bom bunuh di kantor Partai Demokratis Kurdi, di kota yang sama. Sebelumnya, pelaku bom bunuh diri bulan lalu, yang menyamar sebagai tamu di acara pemakaman, menewaskan sedikitnya 26 orang di masjid Syiah dekat Kota Tuz Khurmato. Sehari sebelumnya, bom bunuh diri dengan truk menewaskan 25 orang di Kirkuk, 170 kilometer dari Bagdad, ibukota Irak.

Antara | Detik

BAGIKAN