JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Bupati Tegaskan Hanya Diminta Bermain Film

Bupati Tegaskan Hanya Diminta Bermain Film

320
BAGIKAN
Sunarna

KLATEN – Bupati Klaten, Sunarna, menegaskan bahwa dirinya hanya ikut menjadi bintang tamu dalam pembuatan FTV ‘Rully Abangku’ yang diproduksi PT Bintang Pratama. Sunarna menyanggah semua gugatan wanprestasi yang dilayangkan PT Bintang Pratama kepada Pengadilan Negeri (PN) Klaten. Selain itu, Sunarna menjelaskan ia justru mendapat bayaran atas kesediaan menjadi aktor film sebesar Rp 1 juta untuk sebuah adegan. “Ceritanya, produser itu mau bikin film di sini. Karena syutingnya di Klaten, ya saya memberikan izin. Terus saya diajak main film. Tapi saya tidak melakukan kerjasama,” ujar Bupati Klaten, Sunarna, saat ditemui wartawan, di Pemkab Klaten, Rabu (6/2).

Ia menuturkan, dalam pembuatan film yang berlangsung pada pertengahan 2012 itu ia berperan sebagai bupati yang memberikan beasiswa kepada anak jalanan di Pendapa Kabupaten Klaten. Menurutnya, setelah ikut berakting dalam film tersebut, ia mendapatkan royalti sebesar Rp 1 juta.  “Saya malah dibayar Rp1 juta sekali main. Waktu itu tidak hanya saya, namun ada Wakil Bupati juga,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai kerjasama pembuatan film, Sunarna menampik keras. Sunarna menegaskan tidak ada perjanjian yang dibuat dengan PT Bintang Pratama terkait pembuatan film tersebut. Meski begitu, ia menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kuasa hukumnya. “Tidak ada ada kerjasama. Silakan saja mereka (PT Bintang Pratama) melaporkan, saya sudah menyerahkan kepada kuasa hukum,” kata dia.

Sunarna menjelaskan jika ada kerjasama dalam pembuatan film, maka biaya pembuatan film mengambil APBD Kabupaten. Namun kenyataannya, Pemkab Klaten tidak menganggarkan dana senilai Rp1,8 miliar. “Apalagi saya dituduhkan telah membayar Rp300 juta, terus terang saya kurang tahu itu. Uang dari mana,” papar Sunarna.

Sementara itu, kuasa hukum Bupati, Joko Yunanto, mengatakan telah mempersiapkan segala hal terkait materi gugatan balik terhadap PT Bintang Pratama. Joko menegaskan gugatan balik yang dipersiapkan mengenai pencemaran nama baik Bupati Klaten selaku kepala daerah dan pribadi. “Saat ini kita ikuti proses hukum di pengadilan. Kita tanggapi gugatan itu secara normatif,” jelas Joko. Angga Purnama