Buruh-Bos Plastik Sepakat Berunding

Buruh-Bos Plastik Sepakat Berunding

293
Buruh PP Gunung
Buruh PP Gunung

JEBRES-Sejumlah buruh Pabrik Plastik (PP) Gunung dan manajemen pabrik bermusyawarah untuk merampukan masalah para buruh yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Perwakilan buruh dan perwakilan manajemen pabrik, bertemu Senin (18/2). Ada 24 buruh yang akhirnya sepakat bermusyawarah setelah sebelumnya menggelar aksi demo, Jumat (15/2) lalu. Dalam pertemuan kemarin, disepakati beberapa hal termasuk kesepakatan pemberian waktu selama sepekan untuk manajemen pabrik mencari solusi.

”Ya, perusahaan membutuhkan waktu musyawarah selama seminggu, itu kesepakatan yang tercapai,” ujar Ketua Bidang Konsolidasi dan Advokasi DPP SBSI ‘92 Jateng, Suharno kepada Joglosemar

Baca Juga :  GP Anshor Nyatakan Siap Kawal Perppu Ormas

Suharno menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, juga disepakati nasib sekitar 60 buruh yang telah di-PHK secara sepihak oleh manajemen PP Gunung. Menurutnya, perusahaan bersedia menyelesaikan masalah PHK sepihak tersebut dengan musyawarah termasuk mengangkat mereka menjadi pegawai PP Gunung kembali.

”Perusahaan bersedia musyawarah, upaya ini akan kita maksimalkan untuk mencari jalan keluar dengan tidak berdemonstrasi namun berunding,” ucapnya. Lebih lanjut, mekanisme berunding dengan PP Gunung tersebut sudah disepakati sepakati dalam kurun waktu seminggu.

”Setelah itu baru kita mau bersikap seperti apa, yang terpenting baik pihak buruh maupun manajemen menyepakati konsep berunding tersebut,” lanjut dia.

Baca Juga :  Pembekalan Finalis Mas Mbak Jebres dengan Bakti Sosial

Menurutnya, perusahaan akan tetap membayar gaji secara penuh kepada 24 buruh yang berdemonstrasi. ”Akan tetap membayar gaji karyawan, meskipun tidak bekerja namun tetap dihitung bekerja,” katanya.

Salah satu buruh, Tumini menuntut perusahaan memberikan pesangon sesuai dengan aturan UU Ketenagakerjaan. Tumini menolak pemberangusan serikat buruh  serta PHK secara semena-mena.

Tumini dalam perundingan dengan sejumlah buruh menolak penindasan yang dilakukan perusahaan. ”Ayo lawan penindasan. Tolak aturan semena-mena, kami menuntut pesangon sesuai aturan,” imbuh dia.

Ronald Seger Prabowo

 

BAGIKAN