JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Chikungunya Merebak, Dinkes Lakukan Fogging

Chikungunya Merebak, Dinkes Lakukan Fogging

328
BAGIKAN
ilustrasi

KLATEN – Belasan warga di Dukuh Juwo dan Kedulan, Desa Balak Kecamatan Cawas Klaten, terjangkit Cikungunya. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, mulai menyerang sejak pekan lalu.

Kepala Desa (Kades) Balak, Sukarjo mengatakan awalnya penyakit tersebut menyerang warga di Dukuh Juwo dan menyebabkan 11 orang mengalami nyeri di persendian. Bahkan satu warga telah meninggal. Namun setelah ditelurusi ternyata korban meninggal bukan Cikungunya, melainkan Demam Berdarah (DB). Belum reda serangan di Dukuh Juwo, penyakit tersebut ternyata telah merembet di Dukuh Kedulan. Lima warga mengaku merasakan sakit di persedian tersebut.

Sementara itu Kepala Puskemas Cawas 2 Heriyanto SKM mengutarakan, penyemprotan dilakukan petugas di dua lokasi tersebut setelah sebelumnya petugas mendapat laporan ada warga yang meninggal akibat Cikungunya. “Kasusnya itu muncul sekitar sepekan yang lalu. Gejala antara Cikungunya dengan DB memang sama. Namun untuk kasus di Desa Balak dipastikan Cikungunya. Kami juga telah memberikan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna menghindari penyebaran selanjutanya,” urainya.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten Ronny Roekmito mengatakan pencegahan penularan cikungunya yag paling baik dan paling efektif adalah dengan PSN, karena bisa membunuh jentik nyamuk. Sedangkan, fogging atau pengasapan menggunakan insektisida hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan jentiknya tak bisa mati dengan diasapi. Angga Purnama