Damkar Incar Pos Kadipiro

Damkar Incar Pos Kadipiro

911
PELATIHAN PEMADAM KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran (PMK) menggelar pelatihan pemadaman api dengan menggunakan mobil tangga saat pelatihan di kawasan Manahan, Solo, Rabu (27/2).  Joglosemar/Abdullah Azzam
PELATIHAN PEMADAM KEBAKARAN – Petugas pemadam kebakaran (PMK) menggelar pelatihan pemadaman api dengan menggunakan mobil tangga saat pelatihan di kawasan Manahan, Solo, Rabu (27/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

BANJARSARI-Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Pekerjaan Umum (DPU), ingin menambah satu pos di Solo bagian utara, terutama di Kadipiro. Lokasi itu diincar, karena bisa memudahkan jangkauan area pemadaman api di lima kecamatan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Hery Mulyono, mengatakan, idealnya Kota Solo minimal punya empat pos pemadam kebakaran. Jumlah itu cukup untuk mempercepat laju perjalanan mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian.

”Tapi, saat ini kami hanya memiliki tiga pos saja. Ketiga pos yang dimaksud tersebut, meliputi Kota Barat di Banjarsari, Gading di Pasar kliwon, dan Pedaringan di Jebres. Jumlahnya, masih belum ideal,” katanya, di sela-sela latihan simulasi ulang tahun ke-94 Pemadam Kebakaran, di Stadion Manahan, Rabu (27/2).

Hery berujar, semestinya di Solo bagian utara juga dibangun pos Damkar. Lokasi yang cocok, katanya, di Kadipiro.

Kendati demikian, dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti kapan keinginan tersebut bisa terealisasi. Padahal, jika Solo punya empat pos maka, diperkirakan ke depan jarak antara pos menuju lokasi kebakaran lainnya bisa diperpendek.

”Kalau sekarang, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran bisa lebih dari 15 menit. Sebenarnya, yang paling ideal itu maksimal 15 menit sudah sampai sebelum kobaran api melalap seluruh bangunan,” ucapnya.

Keinginan untuk menambah pos di Solo utara tersebut, katanya, realistis. Apalagi jika melihat wilayah kerja Damkar Solo juga mencakup ke seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Artinya, selain melayani masyarakat di Solo, mereka harus mampu memaksimalkan layanan bagi masyarakat daerah sekitarnya khususnya wilayah perbatasan Karanganyar dan Sukoharjo. ”Kami juga harus peduli dengan masyarakat di sekitar Solo. Kalau ada kebakaran hebat melanda beberapa titik di Colomadu kami juga harus membantunya,” imbuh dia.

Damkar Solo, mencatat, sepanjang tahun lalu ada sebanyak 108 musibah kebakaran yang terjadi di Surakarta. Untuk Januari tahun ini, jumlahnya belum bisa diperkirakan karena masih memasuki musim penghujan. Biasanya kebakaran kerap terjadi, pada waktu memasuki musim kemarau mulai Juli mendatang.

Ditanya teknis simulasi pemadaman api di Stadion Manahan, menurutnya, sudah melibatkan dua tim yang terdiri dari 20 personel. Keberadaan mereka, dibantu masing-masing satu mobil pemadam dan mobil unit tangga.

Simulasi itu digelar, untuk mempersiapkan rangkaian atraksi simulasi pemadaman kebakaran di Halaman Balaikota Solo, 4 Maret mendatang. Acara itu, untuk memperingati Hari Jadi Pemadam Kebakaran yang jatuh pada 1 Maret.

”Hari Jadi ke-94 Pemadam Kebakaran akan diperingati dengan acara simulasi penanganan kebakaran secara singkat yang mendapat persetujuan dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo,” tandasnya. Fariz Fardianto

BAGIKAN