JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Damri Seruduk Pejalan Kaki, 2 Tewas

Damri Seruduk Pejalan Kaki, 2 Tewas

310

SUKOHARJO- Kecelakaan lalu lintas yang berujung maut terjadi di Jalan Amerta Raya, Ngabeyan, Kartasura, Kamis (31/1) pagi. Kecelakaan terjadi saat bus Damri dengan nomor polisi (Nopol) AD 1657 DA menabrak warga yang tengah menunggu bus. Dua pejalan kaki tewas dan satu terluka.

Dua korban tewas tersebut tercatat atas nama Lanny Hartanti (64) warga Ngabeyan RT 4/ RW II, Kartasura dan Siem Tjiauw Nio (74) warga Kampung Sewu RT 4/ RW IX Jebres, Solo. Lanny tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan Sem Tjiauw Nio kehilangan nyawanya saat perjalanan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis. Keduanya tewas lantaran mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala. Sementara korban luka bernama Sri Rahayu, warga Boyolali yang kini dirawat di RS Karima Utama, Ngabeyan.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Awalnya, bus Damri jurusan Solo-Kartasura yang dikemudikan Sukirmadi, warga Perum Swakarya RT 3/ RW VIII melaju dari arah timur ke barat hendak menuju Terminal Kartasura. Namun, saat sampai di perempatan di dekat toko SL Grosir, melaju sepeda motor Yamaha Mio dengan Nopol AD 4768 DW yang dikendarai Sri Rahayu dari arah selatan bermaksud ke timur. Melihat bus Damri melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur, tiba-tiba sepeda motor itu langsung berhenti di tengah jalan.

Diduga kaget melihat sepeda motor yang berhenti di tengah jalan itu, sopir bus langsung mengerem dan membanting setir ke kanan guna menghindari tabrakan. Namun bus sempat menyenggol bagian depan sepeda motor tersebut sehingga pengendaranya terlempar ke sisi selatan, meski hanya luka ringan.

Tidak berhenti di situ, bus masih melaju kencang hingga menabrak bok (tembok pembatas) di utara jalan hingga hancur. Setelah menabrak bok, bus langsung menyeruduk dua orang pejalan kaki yang tengah menunggu bus di sebelah barat bok. Alhasil, dua warga tadi terlempar hingga sejumlah organ tubuhnya berceceran.

Salah seorang warga sekitar, Sri Wahyuni mengatakan, dua korban tersebut sebelumnya berbelanja di salah satu toko di sekitar lokasi kejadian. “Saya tidak melihat langsung kecelakaannya karena warung tempat saya jualan belum buka. Tapi setahu saya, korban itu sebelumnya berbelanja dan menunggu bus untuk pulang,” kata dia.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Cristian AER didampingi Kanitlaka Iptu Sarwoko memaparkan, dua warga yang tewas itu berada di utara, tepatnya di sebelah barat perempatan dan menunggu bus. “Dari hasil olah TKP, motor memang bersalah karena berhenti di tengah jalan. Tetapi kesalahan utama tetap pada bus,” kata Iptu Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari.

Pertimbangannya, batas kecepatan menuju kawasan Terminal Kartasura maksimal 30 kilometer/ jam. Namun, saat itu sopir mengemudikan bus dengan kecepatan 50-70 kilometer/ jam. “Artinya, bus telah melanggar batas kecepatan,” kata dia lagi.

Dalam kecelakaan itu, pihaknya mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan bus. Sementara itu, untuk mendalami kasus ini, sopir bus juga diamankan untuk dimintai keterangan. “Kasus ini sedang didalami,” ujarnya. Murniati

 

BAGIKAN