JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo DED Pasar Nguter Belum Dibuat : Komisi II Usul Zonanisasi

DED Pasar Nguter Belum Dibuat : Komisi II Usul Zonanisasi

940
BAGIKAN
Pasar Nguter

SUKOHARJO- Komisi II DPRD Sukoharjo mengusulkan pedagang di Pasar Nguter ditata menggunakan sistem zonanisasi. Pertimbangannya, meski di-branding sebagai pasar jamu pertama di Indonesia, ada ratusan pedagang kelontong dan lainnya di sana.

Data yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, jumlah keseluruhan pedagang ada 491 orang dan 135 di antaranya adalah pedagang jamu. Itu pun ada yang masuk ke los, kios dan oprokan. Pihak Pemkab Sukoharjo hanya menyediakan 69 kios, dan 366 los serta sejumlah oprokan. Dari 69 kios itu, hanya 31 pedagang yang menempatinya karena selebihnya digunakan pedagang kelontong.

Melihat realita di sana, Komisi II mengusulkan agar setelah dibangun, ada pengelompokan jenis dagangan alias zonanisasi. Mengingat selain pedagang jamu, pasar tersebut juga digunakan oleh pedagang kelontong dan perabotan rumah tangga. “Menurut kami ya harus ada zonanisasi di Pasar Nguter. Di sana kan ada pedagang jamu, kelontong, dan lainnya. Namun langkah ini harus disiapkan dan dianalisis dengan baik,” kata Ketua Komisi II, Hasman Budiadi, Selasa (12/2).

Persiapan yang dimaksudkan oleh politisi PKS itu antara lain sosialisasi. Pihaknya berharap, agar program pengubahan Pasar Nguter menjadi Pasar Jamu bisa berjalan dengan baik. Apalagi dalam pembangunan itu mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan mengucurkan dana Rp 10 miliar melalui APBN 2013. “Harus disosialisasikan dengan baik. Kalau pedagang jamu mendapatkan prioritas, apa tidak menimbulkan kecemburuan pada para pedagang lainnya?” ujar dia.

Kembali ke sistem zona, hal itu bisa dimasukkan dalam Detail Engineering Design (DED) Pasar Nguter. Dengan begitu, dalam pembangunan tidak akan ada lagi masalah dan sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Lurah Pasar Nguter, Widadi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada ratusan pedagang di sana. Namun dirinya hanya menyampaikan jika tahun 2013 ini pasar akan dibangun.  Sedangkan untuk pengubahan menjadi pasar jamu, penentuan pasar darurat, dan hal lainnya, dirinya belum menyampaikan kepada pedagang karena masih menunggu instruksi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Yang jelas, dari hasil sosialisasi itu, pedagang setuju jika dibangun. Terkait dengan DED, kami belum membuat karena menunggu informasi dari Disperindag,” ujarnya. Murniati