JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Depresi dan Tekanan Ekonomi, Ibu Gantung Diri di Depan Putranya

Depresi dan Tekanan Ekonomi, Ibu Gantung Diri di Depan Putranya

407
BAGIKAN
Kapolsek Jatisrono AKP Suwono
Kapolsek Jatisrono AKP Suwono

WONOGIRI-Diduga depresi dan tekanan ekonomi, seorang janda asal Lingkungan Jatirejo RT 2 RW IX, Wonoboyo, Wonogiri nekat melakukan aksi gantung diri. Ironisnya, aksi tersebut dilakukan di depan putranya yang masih berusia delapan bulan.

Korban bernama Parniyati (34), ditemukan kali pertama oleh sang ibu, Narni (54)  telah gantung diri di rumahnya, Sabtu 923/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Marsi (45) salah satu kerabat mengatakan sehari-hari Parniyati bersama anak terakhirnya, laki-laki berusia delapan bulan. Dua anaknya yang lain ikut mantan suaminya yang telah cerai dengannya sekitar setahun lalu. “Rumah dalam keadaan kosong. Kakeknya dan ibunya ke ladang semua. Hanya di rumah dengan anak ketiganya. Anaknya ditaruh di lantai dan dia melakukan aksi itu,” kata Marsi.

Penyebab pasti pelaku gantung diri tidak jelas. Namun yang pasti, ayah dari anak ketiganya itu tidak bertanggung jawab. Setelah bercerai, pelaku berpacaran dengan laki-laki tersebut dan akhirnya hamil. Hingga melahirkan, laki-laki tersebut tidak pernah muncul kembali. “Depresi karena hal itu bisa juga. Anaknya rencana akan dirawat salah satu saudara. Beban ekonomi mengurus anak mungkin juga membuat dia berat,” lanjutnya.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kaposekta AKP Hadijah Shahab mengatakan korban gantung diri dengan selendang yang biasa dipakai menggendong anaknya. “Murni bunuh diri. Tadi (kemarin-red) dimakamkan,” kata dia.

Aksi gantung diri juga dilakukan warga Lingkungan Mirahan RT 1 RW I, Tanjungsari, Jatisrono, Wiyono (70). Ia nekat gantung diri Minggu (24/2) diduga karena tak kuat menahan sakit menahun yang dideritanya.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kapolsek Jatisrono, AKP Suwono mengatakan pelaku menggantung diri dengan memasang satu batang bambu di sela-sela cabang pohon sonokeling yang berada di belakang rumah.

“Korban ditemukan oleh tetangganya, Giyarti (29) sekitar pukul 06.30 WIB. Diduga gantung diri dilakukan dini hari. Pelaku menggunakan tali plastik. Pemicunya diduga karena sakit menahun asma yang dideritanya lama. Alasan yang banyak jadi pemicu gantung diri di Wonogiri,” terangnya.

Ia mengatakan dari pemeriksaan, pelaku dinyatakan meninggal akibat bunuh diri tanpa ada bekas luka mencurigakan yang mengarah ke kemungkinan lain. “Sehari-hari pelaku banyak diam merenung. Pemakaman siang ini (kemarin-red),” lanjutnya.

Eko Sudarsono