Dikucuri Rp 25 M, Gedung Lowo Diubah Jadi Showroom

Dikucuri Rp 25 M, Gedung Lowo Diubah Jadi Showroom

351
DIBONGKAR- Sejumlah pekerja tengah membongkar genting di Gedung Lowo beberapa waktu lalu. Joglosemar/ Murniati
DIBONGKAR- Sejumlah pekerja tengah membongkar genting di Gedung Lowo beberapa waktu lalu. Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Bekas gedung Lowo akan diubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tempat pameran (showroom) hasil kerajinan di Sukoharjo. Pembangunan tersebut didanai oleh APBD 2013 sebesar Rp 25 miliar.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menjelaskan rencana ini sudah dipikirkan jauh-jauh hari. Pasalnya,  gedung yang berada di seberang Gedung DPRD itu saat ini mangkrak dan butuh penataan. “Kita akan mengubahnya menjadi RTH dan gedung untuk pameran. Desain awal kami, gedung itu memiliki dua lantai. Lantai satu untuk pameran dan lantai dua untuk kuliner yang konsepnya hampir mirip dengan Gladag Langen Bogan (Galabo) di Solo,” kata Wardoyo, Minggu (24/2).

Terkait ruang pameran, Wardoyo menyatakan tempat itu akan mengakomodir hasil karya masyarakat, mulai dari pelajar hingga perajin. Di antaranya gamelan, batik, furniture, hingga kreasi para siswa di Sukoharjo. Lahan seluas 300 meter persegi itu dinilai cukup menjadi media promosi.

Baca Juga :  Sumur Dalam Disiapkan Antisipasi Kekeringan di Sukoharjo

“Ini semacam showroom bagi perajin di Sukoharjo. Siswa-siswa juga bisa memamerkan hasil karyanya. Yang jelas, kami akan memperlihatkan potensi dan kreasi dari Sukoharjo di pameran itu,” ujar dia.

Optimisme ini ternyata didukung oleh kalangan legislatif. Pasalnya, Dewan menyetujui pengalokasian APBD 2013 senilai Rp 25 miliar untuk membangun tempat itu. Jumlah yang tidak sedikit itu diharapkan mampu mendongkrak nama Kota Makmur itu di mata wisatawan, baik nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Warga PSHT Diminta Ikut Jaga Kamtibmas

Sementara itu, Kabid SMP/SMA/SMK Disdik Sukoharjo Dwi Atmojo Heri mengaku siap memerkan hasil kreasi siswa-siswa SMK. “Karya anak-anak SMK itu banyak. Ada sabun, sampo, kerajinan tangan, dan lainnya. Kalau memang ada showroom seperti itu maka kami akan mengikutsertakan hasil karya anak SMK ke sana,” kata Heri.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD, Suryanto mempertanyakan peruntukan Gedung Lowo. Hal ini didasarkan pada masuknya laporan yang menyebutkan jika gedung itu telah dijual, ditulkargulingkan, dan lainnya. “Kami minta Pemkab melakukan sosialisasi mengenai peruntukan Gedung Lowo itu. Instansi terkait juga harus memberikan penjelasan kepada kami,” ujar dia. Murniati

BAGIKAN