Dilantik, Kepala Kesbangpolinmas Sempat Menolak

Dilantik, Kepala Kesbangpolinmas Sempat Menolak

509
Pelantikan Pejabat Eselon II

Tinggal Sebulan Lagi Pensiun  

“Insiden munculnya pejabat usia senja bukanlah faktor kesengajaan. Menurut Bupati, semua terjadi karena lamanya proses di Baperjakat Provinsi Jateng yang memakan waktu hampir enam bulan.

SRAGEN—Sekian lama terkatung-katung, kekosongan jabatan eselon II di sejumlah dinas akhirnya terisi, Rabu (30/1). Namun, proses pengisian dan pelantikan untuk jabatan eselon II kali ini tetap tak lepas dari kontroversi. Selain pejabat yang dilantik didominasi muka-muka lama, munculnya pejabat berusia kritis yang ikut dilantik menjadi kepala satuan kerja (Satker) juga mengundang sorotan.

Dari 11 pejabat eselon II yang didaulat mengisi kursi pimpinan Satker, tercatat ada tiga nama yang masa kerjanya tinggal menghitung hari. Di antaranya, mantan Kepala Satpol PP, Sri Budi Darmo yang digeser menjadi Kepala Kesbangpolinmas. Padahal masa jabatannya akan berakhir 1 Maret 2013 nanti. Selain itu, Sekretaris Disparbudpora, Harjuno Toto yang masa kerjanya tinggal beberapa bulan juga naik takhta menjadi Kepala Disparbudpora. Begitu pula, Kepala Bappeluh, Ismanto yang tinggal beberapa bulan juga dilantik menjadi Kepala BLH.

“Sedikit disayangkan, kenapa ada pejabat yang tinggal beberapa bulan masih dipindah dan dilantik sebagai kepala dinas. Dari sisi efektivitas kerja kan jadi kurang maksimal, karena mereka tentu masih butuh waktu untuk adaptasi di Satker baru. Tapi mudah-mudahan meski sebentar, mereka tetap bisa memaksimalkan program kerja,” ujar Wakil Ketua DPRD, Joko Saptono yang hadir pada pelantikan.

Tidak hanya itu, saking kagetnya, Sri Budi Darmo bahkan mengaku sempat menolak meskipun setengah bercanda. Menurutnya, ia hanya tidak enak karena menyadari masa kerjanya tinggal sebulan lagi. Namun, ia berjanji tetap akan memaksimalkan kinerja di instansi yang baru nanti.

Penolakan Budi ini juga sempat dilontarkan Bupati, Agus Fatchur Rahman saat memberi sambutan pada pelantikan. Namun ia mengatakan, sebenarnya insiden munculnya pejabat usia senja itu bukan faktor kesengajaan. Menurutnya, semua terjadi karena lamanya proses di Baperjakat Provinsi yang memakan waktu hampir enam bulan. Daftar usulan pejabat eselon II yang dilantik kemarin, sebenarnya sudah diusulkan ke Pemprov sejak setengah tahun yang lalu. “Kalau turunnya baru sekarang, ya itulah yang terjadi dan harus kita lakukan,” ujarnya.

Kendati masa jabatannya tinggal seumur jagung, Bupati tetap berharap mereka memanfaatkan waktu yang ada untuk memberikan pengabdian terbaik demi membangun Sragen. “Dalam falsafah agama Islam disebutkan, kalau tahu besok akan kiamat makanya nanduro amal sebanyak-banyaknya,” urainya. Wardoyo

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR