Dipanggil DPRD, Manajemen PP Gunung Mangkir

Dipanggil DPRD, Manajemen PP Gunung Mangkir

286
AKSI LANJUTAN – Ketua DPRD Kota Solo, YF Sukasno (kiri) menerima massa dari mantan buruh Pabrik plastik (PP) Gunung yang berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Solo, Jumat (8/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

KARANGASEM-Setelah sempat didatangi mantan buruh Pabrik Plastik (PP) Gunung, DPRD Solo mengundang manajemen pabrik, Jumat (8/2). Tapi pihak manajemen tidak memenuhi undangan itu.

Tidak hadirnya manajemen pabrik plastik itu, memicu amarah para mantan buruh yang datang ke gedung Dewan. Bahkan, para mantan buruh yang kecewa, sempat minta DPRD menjemput paksa pihak manajemen.

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, membacakan surat alasan mangkirnya pihak manajemen pabrik di depan para mantan buruh. DPRD pun akan memanggil manajemen pabrik untuk yang kedua, Senin (11/2) nanti. Rencana itu diprotes para mantan buruh plastik, dan terus mendesak agar Dewan memanggil paksa pihak manajemen.

Tapi Dewan enggan menuruti desakan para mantan buruh plastik itu. ”Pihak perusahaan hari ini sudah kami panggil dan tidak bisa hadir dengan mengirimkan surat. Nanti, Senin (11/2) mendatang akan kami undang lagi,” kata Ketua DPRD Solo, YF Sukasno.

Baca Juga :  Uniknya “Klinik Pit” Gratis di Solo, Servis Sepeda Bayar dengan Barang Bekas

Menurutnya, DPRD akan mengundang pihak manajemen pabrik sesuai tahapan yang benar. Jika panggilan pertama tidak datang, katanya, akan dipanggil lagi sampai tiga kali. Sukasno tak sepakat dengan cara buruh yang mendesak Dewan memanggil paksa.

“Persoalan di PP Gunung itu karena ada konflik di keluarga pengusaha PP Gunung. Sehingga terjadi perpecahan,  jika ingin menjemput maka itu persoalan njenengan,” kata Sukasno kepada para mantan buruh.

Kabid Pengawasan Norma Kerja Keselamatan dan Kesehatan Dinsosnakertrans Solo, Amiruddin AH, mengatakan,  persoalan pemindahan pekerja ke satu perusahaan ke perusahaan seperti yang terjadi PP Gunung itu tidak masalah. ”Itu tidak masalah dan tidak melanggar aturan. Masa kerjanya kan tidak berubah, kalau dari nol itu baru melanggar,” ucapnya.

Baca Juga :  Kusuma Sahid Prince Hotel Solo Gelar General Staf Meeting

Amiruddin menyampaikan jika tuntutan para mantan buruh saat pertama kali ke dinas itu berbeda dengan tuntutan sekarang. Dulu mereka minta perlindungan, tapi sekarang menuntut dikembalikan ke PP Gunung.

Sementara itu, perwakilan buruh, Suharno, menyatakan, mangkirnya pihak manajemen pabrik akan jadi kebiasaan. ”Dewan itu terkesan tidak bisa berbuat apa-apa. Semestinya perusahaan datang tapi kenyataannya tidak datang, itu jelas tidak menghormati,” paparnya.

Suharno menambahkan, pokok persoalan terkait PP Gunung dengan para mantan buruhnya, adalah tindakan pembohongan. Yakni, semua para buruh dipindah sepihak ke CV Sahabat Abadi tanpa pembicaraan. ”Kami hanya berharap jika  DPRD bisa memediasikan kami dengan perusahaan untuk  menyelesaikan masalah.”  Ari Welianto

BAGIKAN