Dishub: Jalur Jensud Bisa Dirombak Lagi

Dishub: Jalur Jensud Bisa Dirombak Lagi

637
Sosialisai Perubahan Jalur Jendral Sudirman
Sosialisai Perubahan Jalur Jendral Sudirman

PASAR KLIWON-Perombakan kedua rekayasa lalu lintas di jalur Jenderal Sudirman (Jensud) efektif diterapkan, Senin (18/2). Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo menyatakan, jalur itu bisa dirombak lagi secara situasional.

Perombakan pertama jalur itu dilakukan 28 Desember 2012 lalu. Kemudian perombakan jalur untuk kedua kalinya dilakukan kemarin. Perombakan jalur itu mempertimbangkan banyak masukan publik yang diterima Dishubkominfo.

”Rekayasa lalu lintas harus dinamis. Kalau ada perkembangan lagi, pastinya akan dievaluasi lagi, jadinya situasional,” kata Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Soedrajat, kemarin.

Herman menambahkan, manajemen lalu lintas yang pertama, sebenarnya sudah bagus. Tetapi dievaluasi lagi, karena sesuai keinginan masyarakat.  Dishubkominfo, katanya, juga mempertimbangkan faktor lain selain faktor kelancaran arus lalu lintas saja.

Baca Juga :  Wah, 17 Agustus Tiket Kereta Api Prameks Gratis

“Ada faktor ekonomi juga. Kan masyarakat ada yang rugi. Contoh di Jalan Arifin, karena satu arah, itu berpengaruh juga, misal  pertimbangan konsumen untuk berbelanja di situ,” ujarnya.

“Sedang untuk arus lalu lintas menjadi jarak dekat dan jauh, sebenarnya Dishub tak masalah, asal arus lancar. Tapi kita ingin aspek ekonomi dan pariwisata jangan dirugikan, karena rekayasa lalu lintas ini,” katanya lagi.

Menurutnya, Jalan Arifin dibuka untuk dua arah lagi. Yakni, dari pertigaan  PTPN sampai BNI. Pasalnya, di sepanjang jalan tersebut terdapat PLN, toko, juga sekolah. Dengan perombakan yang kedua ini, dia berharap tidak jadi keluhan masyarakat lagi.

Begitu juga di Jalan Kusmanto yang dibuka dua arah untuk memperlancar akses ekonomi masyarakat. Terlebih, di jalur itu, terdapat pusat kuliner Galabo. ”Jalan Kusmanto searah dari jam 06.00-18.00 WIB, sedang sisanya dua arah,” imbuh dia.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Kendati demikian, Herman mengingatkan, rekayasa lalu lintas  harus dinamis, melihat perkembangan situasi. Dia mencontohkan, semisal nanti ada penambahan jumlah kendaraan atau ada pusat-pusat perbelanjaan baru, maka rekayasa lalu lintas kemungkinan dirombak lagi, menyesuaikan kondisi.

Sementara, sosialisasi perombakan jalur Jensud yang kedua kali itu, belum efektif sepenuhnya. Buktinya, ada sejumlah pengguna jalan yang belum tahu ada perombakan jalur. ”Yang belum tahu kebanyakan pengendara dari Jalan RE Martadinata, karena kebanyakan dari luar kota . Yakni dari  Karanganyar dan Sukoharjo,” ujar pengatur lalu lintas di jalan Jensud.

Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN