Diterjang Lisus, Belasan Pedagang Lesu

Diterjang Lisus, Belasan Pedagang Lesu

210
Joglosemar/Abdullah Azzam
KIOS AMBRUK – Warga membereskan kios yang ambruk akibat angin ribut di Pasar Darurat Pasar Kliwon, Solo, Kamis (14/2).

PASAR KLIWON-Sebanyak 16 kios darurat Pasar Pasar Kliwon di Jalan Kapten Mulyadi, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar kliwon, hancur diterjang angin lisus Rabu (13/2). Mulai Kamis (14/2), usaha mereka lesu, dan memilih libur berjualan.

Seorang pedagang setempat, Mulyadi (40), mengaku, baru mengetahui kiosnya porak-poranda diterjang angin, Rabu (13/2) malam. Dia pun berusaha memperbaiki kiosnya yang hancur dengan dana sendiri. Dia buru-buru memperbaiki kiosnya, karena ada mesin penggiling daging di dalamnya, yang tidak memungkinkan dibawa pulang.

”Soalnya berat. Tapi tetap saja absen berjualan. Entah sampai kapan, belum saya tentukan. Karena di sekitar ini juga masih berantakan,” katanya, kemarin.

Lebih malang lagi nasib penjual kelontong, Sri Lestari. Wanita paruh baya itu justru mengalami musibah di pasar darurat yang berada di kawasan Benteng Vastenburg tersebut, sebanyak dua kali. Musibah pertama pada Oktober 2012 lalu, yakni saat 17 kios terbakar. Kemudian yang kedua, saat kiosnya diterjang angin lisus Rabu lalu. ”Jadinya terpaksa absen berjualan dulu. Menunggu diperbaiki sama pihak pasar,” keluhnya.

Baca Juga :  Ini Kisah Pelatih Paskibraka, Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisiplinan

Menurut Sri, kerugian yang dideritanya, mencapai jutaan rupiah. Dia berharap ada bantuan ganti rugi dari Pemkot Solo. Kalau pun tidak ada bantuan seperti itu, dia berharap pembangunan Pasar Pasar Kliwon dikebut agar cepat rampung.

Pasalnya, Sri sudah tidak betah berjualan di pasar darurat yang dibangun sejak April 2012. Dia tidak betah berjualan, bukan karena diterpa musibah dua kali itu, tapi selama berbulan-bulan pedapatannya susut setelah menempati kios darurat. ”Kami harap pasar yang dibangun, dipercepat. Biar kita tidak bangkrut,” akunya.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Terpisah, saat  dikonfirmasi Joglosemar,  Lurah Pasar Kliwon, Asep Haris, mengatakan, inventarisasi yang dilakukan, diketahui ada 16 kios rusak di sebelah utara. Sedangkan di sebelah selatan ada 10 kios yang atapnya nyaris lepas. Total kios darurat di lokasi itu ada 60 unit lebih.

Kerugian, dia taksir mencapai Rp 65 juta. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan kios-kios yang rusak itu, dibangun Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). ”Paling Minggu depan. Satu hingga tiga hari ini dibersihkan dulu. Soal ganti rugi, kami belum menjanjikan,” ucapnya. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN