JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Diterjang Potong Leher, Puluhan Hektare Padi Puso

Diterjang Potong Leher, Puluhan Hektare Padi Puso

533
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Sedikitnya 20 hektare tanaman padi di sejumlah dukuh di Desa Tawangsari, Kecamatan Sumberlawang gagal panen karena terserang hama kerdil dan potong leher. Akibat musibah itu, petani di wilayah tersebut merugi ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun di lapangan, mayoritas padi tidak bisa dipanen karena tidak keluar bulirnya. Sebagian lainnya yang sudah berbulir juga tidak bisa berbuah karena diterjang hama potong leher.

Musibah gagal panen ini melanda petani di antaranya di wilayah Dukuh Gringsing dan Jengglong, Desa Tawangsari. Salah satu tokoh petani asal Gringsing, Sukimin mengatakan padi yang terserang hama dan gagal total itu berumur antara satu bulan hingga mendekati panen. Bahkan, areal padinya seluas 1 hektare terpaksa dibajak kembali karena sudah tidak bisa berkembang lagi.

“Harusnya waktunya memupuk kedua, tapi karena ngebrok dan sudah tidak bisa tumbuh akhirnya saya bajak lagi. Daripada dipelihara tapi tidak ada hasil. Kalau yang lainnya ada yang sudah keluar bulir, tapi langsung diterjang potong leher dan tidak bisa dipanen juga. Pokoknya gagal total,” ujarnya kepada Joglosemar, Minggu (10/2).

Senada, Pak Min, petani asal Dukuh Jengglong mengaku pasrah karena 1 hektare padinya juga tidak bisa diharapkan lagi. Sebab menjelang masa generatif atau berbuah, padinya mendadak layu diserang potong leher dan kemungkinan terselamatkan sangat kecil.

Ia pun berharap, musibah ini bisa memantik perhatian dari Pemkab utamanya dari Dinas Pertanian. Pihaknya berharap setidaknya ada bantuan benih agar petani bisa bangkit dan memulai menanam lagi. “Modal sudah habis tapi tidak bisa kembali, karena sudah tidak ada yang dipanen. Kalau ada benih kan bisa sedikit meringankan beban kami,” harapnya. Wardoyo