JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja DIY Jadi Rujukan Pilkada Bersih

DIY Jadi Rujukan Pilkada Bersih

307
BAGIKAN

JOGJA-  Kementrian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) menunjuk model pemilihan kepala daerah di DIY dijadikan rujukan model pelaksanaan Pilkada yang bersih dan antikorupsi bagi Indonesia. Model Pilkada saat ini rentan dengan peluang korupsi dan ongkos politik tinggi.

“Selama ini dengan konsep pemilihan langsung sangat membuka peluang bermainnya politik uang dan perilaku korupsi karena biaya kampanye yang sangat besar,” ucap  Djohermansyah, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Jumat (1/2).

Dalam catatan Kementerian, sejak bergulirnya era otonomi melalui mekanisme pemilihan kepala daerah langsung, tak kurang 290 kepala daerah dari gubernur, wali kota, dan bupati di Indonesia tersangkut kasus korupsi. Ongkos politik yang besar melalui model pemilihan langsung, membuat situasi semakin tak stabil dan rawan korupsi.

“Dengan konsep Yogyakarta, yakni pemilihan tak langsung atau penetapan melalui DPRD, kecenderungan korupsi itu bisa ditekan,” jelasnya dilansir Tempo.

Kementerian Dalam Negeri, kata Djohan, awal tahun ini telah memasukkan draf itu dan membahas revisi aturan pelaksanaan pemilihan kepala daerah itu di DPR. Selain soal mekanisme akan diatur upaya mengurangi ongkos politik pilkada dengan cara kampanye calon tunggal. Di antaranya, yang boleh melakukan kampanye hanyalah calon kepala daerah seorang diri dan tidak menyertakan calon wakilnya.

“Soal mekanisme juga akan kita atur sedemikian ruapa. Mekanisem ini akan mendorong kampanye yang lebih hemat,” katanya. Cisilia Perwita S