JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Doa Untuk Bayi Kembar Dera dan Dara

Doa Untuk Bayi Kembar Dera dan Dara

424

Ajarkan Siswa Untuk Peduli Kepada Sesama Sejak Dini

AKSI KEPEDULIAN-Sekitar 150 siswa-siswi SD Al-Firdaus Surakarta menggelar aksi Duka, doa cinta untuk Dera dan Dara sekaligus penggalangan dana disekolah setempat, Jumat (22/2). Joglosemar/Yuhan Perdana
AKSI KEPEDULIAN-Sekitar 150 siswa-siswi SD Al-Firdaus Surakarta menggelar aksi Duka, doa cinta untuk Dera dan Dara sekaligus penggalangan dana disekolah setempat, Jumat (22/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

Ratusan anak SD Al Firdaus Mangkubumen kelas I sampai kelas III menggelar doa bersama dan mengumpulkan dana sebagai bentuk kepeduliannya pada bayi kembar Dera dan Dara. Menurut Emma Yuliani Utami selaku Staf Humas Yayasan Pendidikan Al Firdaus, kegitan ini bertujuan untuk menumbuhkan empati anak.

“Dengan kegiatan seperti ini anak-anak akan ingat untuk berbagi karena mereka mau menyisihkan uang jajannya untuk disumbangkan ke keluarga bayi Dera dan Dara, khusunya untuk Bayi Dara yang masih dirawat di Rumah Sakit,” katanya pada Joglosemar, Jumat (22/02).

Dalam orasinya Wahyudi, Kepala SD Al Firdaus menjelaskan pada anak-anak yang sudah berkumpul di halaman sekolah. “Aksi solidaritas bayi Dera dan Dara sangat perlu. Dera meninggal karena tidak mampu membayar Rumah Sakit, bahkan sudah ditolak sekitar lima sampai 10 Rumah Sakit. Sementara bayi Dara yang sekarang dirawat di Rumah Sakit membutuhkan bantuan kita untuk membayar biaya rumah sakit. Maalam yarkham, barang siapa tak peduli, tak akan dikasihi yang lain!” ujar guru yang akrab di sapa Yudi ini.

Yudi juga menginginkan dengan kegiatan itu, jiwa kepeduliaan sosial pada sesama dalam diri para siswanya bisa tumbuh. “Rasa empati seperti ini perlu dikembangkan, kebiasaan saling tolong-menolong penting agar terbentuk pertumbuhan karakter anak. Kasus bayi Dera ini sangat memprihatinkan meski kita jauh tetapi kita harus peduli,” sambungnya.

Sementara itu, Sunaryo Putra selaku guru kelas II, membimbing anak-anak untuk berdoa. Anak-anak membaca surat Al Fatihah, kemudian saat dibacakan doa semua mengamininya. Setelah doa, anak-anak berbaris rapi untuk mengumpulkan sumbangan dalam tampah dan celengan dengan diiringi lantunan musik perkusi Kalimah Toyibah Laaillaahailallah yang ditabuh oleh para siswa. Hal itu membuat suasana mengaharu biru.

“Semoga pemerintah Indonesia bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Ini untuk mendidik karakter anak agar peka dan suka berbagi. Kelak jika mereka jadi orang besar akan teringat hal ini. Jika ada yang susah mereka langsung ingat untuk berbagi,” ungkap Sunaryo masih dengan wajah prihatin.

Dalam kegiatan itu, salah satu siswa Devi Eka Safitri yang duduk di kelas II merasa senang bisa membantu. “Ini hari berbagi, dan aku sangat ingin berbagi dengan Dera dan Dara, kasihan mereka, karena masih bayi harus menderita,” ungkap gadis berusia delapan tahun itu sambil menyeka keringatnya. Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN