Dongeng Sebagai Inspirator

Dongeng Sebagai Inspirator

394
PELATIHAN MENDONGENG–Kak Bimo, pendongeng asal Yogyakarta menyampaikan materinya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Mahir Mendongeng di Playgroup dan Taman Kanak-kanak (PGTK) Aisyiyah 20 Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (16/2). Pelatihan tersebut diikuti oleh mahasiswa, guru PAUD dan TK, orang tua siswa, masyarakat umum, remaja masjid se eks karesidenan Surakarta. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Saat ini keinginan orangtua untuk dapat mendongeng semakin tinggi. Pasalnya, dongeng dapat menjadi inspirator dalam pendidikan anak, baik bagi orangtua maupun guru.

Hal itu dikatakan Bambang Bimo Suryana saat ditemui wartawan sebelum mengisi “Pelatihan Mahir Mendongeng” yang digelar di aula Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (16/2).

Bimo mengungkapkan, secara emosional efek dongeng sebagai seni berkomunikasi berbeda dengan berkomunikasi biasa dalam menasihati anak. Pasalnya, komunikasi dengan cara lain, bukan kesenangan yang didapat anak tetapi sebagai beban.

Dikatakan bahwa 10 tahun lalu dunia cerita sempat tenggelam. Namun sekarang keinginan orangtua untuk dapat bercerita semakin tinggi, karena dapat sebagai inspirator. Hal itu terbukti dengan bermunculannya majalah, dan situs dongeng.

“Yang penting bahasanya dapat dimengerti anak,” kata Bimo.

Dijelaskan, isi  materi pelatihan tersebut di antaranya tentang pentingnya bercerita, dan bagaimana menyampaikan cerita di kelas-kelas untuk guru dan orangtua. Sementara bentuk cerita ada tiga yaitu dongeng kelas, dongeng kamar,  dan dongeng panggung yang dilakukan oleh pekerja seni.

Terpisah, Nurul Chayatiningsih, Guru TK Aisyiah 20 Pajang mengatakan, sekarang di TK hampir setiap materi menggunakan dongeng. Seperti halnya mengajarkan tentang kejujuran dan sopan santun dengan dongeng atau menceritakan pengalaman.

Menurutnya penyampaian materi dengan mendongeng akan membuat anak lebih tertarik. “Untuk siswa TK kelompok A, kesulitan yang dihadapi karena mereka masih susah berkonsentrasi. Karena itu selain diselipkan dongeng juga ada penanganan khusus. Dongeng juga membantu kita ketika bleng saat mengajar,” jelasnya. ** Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN