DPS Sukoharjo 681.775 Orang

DPS Sukoharjo 681.775 Orang

259
ilustrasi

SUKOHARJO- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sukoharjo menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 sebanyak 681.775. Angka itu justru lebih kecil dibandingkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang mencapai 738.345 orang.

Artinya, ada penyusutan sebesar 66.570 orang. Kendati demikian, data itu dimungkinkan berubah lantaran masih sebatas DPS dan ada proses-proses lainnya.

Ketua KPUD Sukoharjo, Kuswanto menyampaikan masih ada waktu untuk merevisi atau memperbaiki DPS itu hingga 1 Maret mendatang. “Berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) dengan dasar DP4, maka DPS Sukoharjo untuk Pilgub 2013 sebanyak 681.775 orang. Tapi ada kemungkinan data itu masih bisa berubah. Bisa berkurang atau bahkan bisa bertambah,” kata dia di ruang kerjanya, Rabu (13/2).

Baca Juga :  Resmi Daftar Cagub Jateng, Wardoyo Terharu Mendapat Banyak Dukungan

Disinggung mengenai adanya 17.344 data bermasalah hasil temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kuswanto mengakuinya. Hanya saja, dia memastikan jika data salah itu tidak masuk ke DPS. “Memang ada data yang salah. Tapi itu masuk ke DP4, kalau untuk DPS kami yakin sudah tidak ada,” ujarnya.

DPS itu, lanjut dia, juga sudah ditempelkan di sejumlah lokasi. Di antaranya kelurahan, Poskamling, dan tempat-tempat strategis. Soal Tempat Pemungutan Suara (TPS), pemimpin KPUD Sukoharjo itu mengatakan ada 1.149 TPS yang tersebar di 12 kecamatan.

Di sisi lain, pihaknya memaparkan DPS tidak mempengaruhi banyaknya kursi di DPRD Sukoharjo. Pasalnya, banyaknya kursi wakil rakyat ditentukan berdasarkan jumlah penduduk kabupaten/ kota. Berdasarkan ketentuan Undang-undang, penduduk 500.000 hingga sampai 1 juta jiwa akan memiliki 45 kursi di DPRD dan itu berlaku pula di Kota Makmur.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Sebelumnya, anggota KPU Sukoharjo Bidang Pemutakhiran Data Pemilih dan Kampanye, Muladi meminta masyarakat cermat dan mengecek DPS di kelurahan setempat. Hal itu mengantisipasi adanya warga yang tercecer dan belum masuk DPS. “Calon pemilih harus proaktif agar bisa menggunakan hak pilihnya. Bagi masyarakat yang namanya belum tercantum dalam DPS, kami harap segera menghubungi Panitia Pemungutan Suara (PPS),” harapnya. Murniati

BAGIKAN