Dua Alat Berat Keruk Kali Pepe

Dua Alat Berat Keruk Kali Pepe

659
NORMALISASI SUNGAI - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) memantau pengerukan sendimentasi di Kali Pepe, Solo, Senin (25/2). Joglosemar/Abdullah Azzam
NORMALISASI SUNGAI – Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) memantau pengerukan sendimentasi di Kali Pepe, Solo, Senin (25/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

BANJARSARI-Ribuan kubik sedimentasi di dasar Kali Pepe yang berlokasi di belakang Terminal Tirtonadi Solo, mulai dikeruk, Senin (25/2). Dua alat berat dan 20 personel dikerahkan untuk pengerukan kali itu.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, bersama jajaran pejabat Pemkot Solo memantau langsung aktivitas pengerukan endapan Kali Pepe, kemarin. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, sebagai instansi yang berwenang dalam pengerukan kali juga ikut mengawasi.

Dua alat berat yang dikerahkan adalah satu unit eksavator seri PC130 dan mini hidrolik. Sedangkan 20 tenaga yang ikut diterjunkan, enam di antaranya, merupakan petugas operasional alat berat, pengawas dan penyurvei lokasi.

Untuk mengoptimalkan pengerukan Kali Pepe, satu eksavator dimasukan di sisi Barat Kali Pepe, yakni tepat di belakang Terminal Tirtonadi. Perlahan namun pasti, ratusan kubik sedimentasi berupa lumpur warna hitam pekat terangkat ke permukaan sungai.

Baca Juga :  Pemkot Siapkan Rp 1,9 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Kol Sutarto

Selanjutnya, mini hidrolik yang ditempatkan di bagian Timur terminal juga dioperasikan mengeruk endapan sampah di dasar sungai. Proses pembersihan sedimentasi ini, didukung optimalisasi satu dam truk yang berfungsi mengangkut berbagai jenis kotoran dari sungai tersebut.

Aktivitas pengerukan endapan Kali Pepe itu jadi tontonan warga. Suprap (54), warga Cinderejo RT 01 RW IV, Gilingan Banjarsari, tidak heran dengan tumpukan kotoran yang mengendap di Kali Pepe. ”Saya kira, sedimentasi di sungai ini sudah sangat parah. Karena keberadaannya sudah lama mengendap dan sejak puluhan tahun silam jarang dibersihkan,” ujarnya.

Menurut dia, endapan sampah yang menumpuk di dasar sungai ini mayoritas berupa bekas ranting dan dahan pohon yang rontok diterpa angin kencang dan hujan lebat. ”Kebanyakan dahan-dahan pohon yang sering mengotori sungai ini. Kalau plastik, saya lihat jarang dibuang di sini karena sudah ada TPS berukuran sedang di beberapa titik,” imbuh dia.

Baca Juga :  Pembekalan Finalis Mas Mbak Jebres dengan Bakti Sosial

Terpisah, Kepala DPU Solo, Agus Djoko Witiarso, mengungkapkan, proses ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pengendali banjir di Kali Pepe. Aktivitas itu akan dilakukan periodik mulai dari Belakang Pura Mangkunegaran hingga kawasan PTPN.

“Kita akan terus mengoptimalkan peralatan berat yang memiliki total kapasitas keruk sekitar 100 kubik. Hal itu, mengingat volume sedimentasi yang mengendap sudah terlihat sangat parah. Kedalaman sedimentasinya, telah mencapai 120 sentimeter,” terangnya.

Pengerukan itu, juga untuk mendukung pengembangan potensi Kali Pepe menjadi kawasan wisata air dengan mengangkat nilai ekonomi dan kebudayaan masyarakat setempat. Kali Pepe, memiliki panjang sekitar tujuh kilometer dengan total sedimentasi mencapai 28.000 kubik. Ditargetkan, setelah dikeruk selama dua hingga tiga bulan ke depan, endapannya bisa berkurang 40 persen. Fariz Fardianto

BAGIKAN