JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dua Bengkel Perakitan Bentor Digerebek

Dua Bengkel Perakitan Bentor Digerebek

1639
BAGIKAN
Polres Sragen memberikan peringatan keras kepada pemilik toko alat pertanian Andal Teknik dan bengkel motor Parno Motor karena diduga terlibat sindikat penjualan mesin serta perakitan becak bermotor (Bentor)

SRAGEN—Polres Sragen memberikan peringatan keras kepada pemilik toko alat pertanian Andal Teknik dan bengkel motor Parno Motor karena diduga terlibat sindikat penjualan mesin serta perakitan becak bermotor (Bentor). Selain mengancam mereka dengan pasal berlapis, ancaman serupa juga akan diberlakukan bagi pengemudi Bentor yang masih nekat beroperasi di jalan raya.

Hal itu ditegaskan Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi saat melakukan operasi penggerebekan di Andal Teknik dan Parno Motor, Rabu (13/2). Operasi dilakukan menyusul laporan jika kedua unit usaha ini sering melayani penjualan mesin serta jasa perakitan Bentor secara terselubung.

“Ada beberapa pengemudi yang ketika ditanya katanya membeli mesin dari sini. Maka dari itu, kami ingatkan agar Bapak tidak lagi melayani pembelian mesin yang digunakan untuk Bentor. Karena Bentor itu melanggar spesifikasi dan persyaratan kelaikan di jalan,” papar Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Hartolo, saat memberikan arahan dan surat peringatan kepada Gei Kok Kristanto (58), pemilik Andal Teknik.

Kapolres menyebut, pengemudi dan perakit Bentor sama-sama bisa berhadapan dengan pasal pidana dan ancaman hukuman berlapis. Berdasarkan pasal 277 UU No 22 Tahun 2009 tentang larangan orang merakit atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe dengan sanksi pidana penjara satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Begitu pula pengemudi Bentor, bisa terancam pasal 280, 48 ayat (2), dan pasal 64 ayat (1) terkait pelanggaran aturan registrasi, persyaratan laik jalan, dan identifikasi kendaraan bermotor dengan ancaman penjara dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Sayangnya, saat tim Polres menggerebek lokasi bengkel di samping toko Andal Teknik, beberapa pekerja teknis di bengkel itu langsung menghilang. Pemiliknya, Gei Kok bersikukuh selama ini hanya menjual mesin diesel kepada petani dan mengaku belum pernah mendapat sosialisasi atau edaran resmi dari pihak terkait maupun Polres.

Namun ia tidak menampik jika di antara mesin diesel dagangannya, ada beberapa jenis yang bisa digunakan untuk mesin Bentor dengan harga minimal Rp 600.000 per mesin. Ia juga siap memperketat penjualan mesin jika untuk Bentor.

Sementara, di lokasi bengkel Parno Motor milik Suparno (58) di Jalan RA Kartini, Plumbungan, Karangmalang, aparat juga gagal mendapati Bentor yang dicurigai. Namun saat diinterogasi, Parno tidak mengelak pernah dua kali merakit dan menjual Bentor dengan tarif Rp 3,5 juta per unit. “Kalau bawa becak sendiri tarifnya Rp 2,5 juta. Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi,” akunya. Wardoyo