JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Dua Polisi Penganiaya Pengamen Kembali Bertugas

Dua Polisi Penganiaya Pengamen Kembali Bertugas

224
BAGIKAN
PENGAMEN DIANIAYA POLISI-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, pada Senin (4/2). Joglosemar | Eko Sudarsono
PENGAMEN DIANIAYA POLISI-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, pada Senin (4/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Dua anggota Polres Wonogiri, Bripka Agus yang berdinas di Polsek Eromoko dan Briptu Aditya yang berdinas di Polsek Wuryantoro kembali bertugas. Hal itu setelah selama beberapa pekan mereka berada di Mapolda Jateng menjalani pemeriksaan terkait penganiayaan terhadap pengamen, Susanto.

Sedangkan dua Polisi lainnya, yakni Aiptu Panut dan Bripka Rofi masih ditahan di Mapolda.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasubag Humas AKP Supriyadi mengatakan dua Polisi tadi kembali ke markas karena dari hasil pemeriksaan, keduanya tidak terbukti terlibat melakukan penganiayaan. Mereka hanya sebagai saksi yang mengetahui.

“Keduanya sudah pekan lalu kembali. Secara umum proses pemeriksaan terhadap keempatnya sudah selesai. Dua yang masih di tahanan Polda dinyatakan sebagai tersangka utama. Dua yang diperbolehkan pulang tadi juga karena telah dipastikan tidak akan melarikan diri,” kata Supriyadi, Senin (25/2).

Sementara itu Kapolres dan Wakapolres Kompol Sungkono Santoso serta Kasatreskrim AKP Sukirwanto dan Kabag Ops Kompol Tariyo juga tidak luput dari pemeriksaan. “Ibu Kapolres dan Pak Wakapolres juga diperiksa. Juga pekan lalu. Berikut Kabag Ops dan Kasatreskrim. Sesuai ketentuan, mereka juga diperiksa karena merupakan pimpinan keempat oknum polisi tadi,” jelasnya.

Ditambahkan, kasus penganiayaan terjadi saat digelar Operasi Jaran Candi atas perintah Ditreskrim Polda Jateng untuk mengungkap pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Atas hal itu diterbitkan surat perintah kepada Satreskrim oleh Kapolres untuk menjalankan perintah itu. “Tim siluman juga dibentuk. Anggota di luar tim resmi dari Satreskrim, termasuk oknum-oknum tadi. Tugasnya mem-backup tugas tim resmi untuk mengungkap kasus curanmor. Yang menentukan tersangka operasi ini pihak Polda. Namun di tengah operasi justru kasus penganiayaan ini muncul,” terang dia.

Seperti diberitakan, Susanto warga Lingkungan Salak, Giripurwo, Wonogiri dituduh ikut terlibat mencuri burung tahun 2011 lalu. Susanto tetap mengaku tidak terlibat meski dipukul dan sempat dijerat bagian lehernya dengan tali tas yang dipakainya ngamen. Atas hal itu dia sempat kencing darah dan jari kelingking tangan kanan patah. Pun memar di tubuh dan kepala serta sempat disetrum. Eko Sudarsono