Dua Rumah Tertimpa Pohon, Ratusan Rusak

Dua Rumah Tertimpa Pohon, Ratusan Rusak

362
CUACA BURUK – Warga mengevakuasi pohon yang menimpa rumah di Dukuh Jagan, Desa Kurung, Ceper, Kamis (7/2). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Angin puting beliung yang menerjang di wilayah eks-karesidenan Surakarta merusak ratusan rumah, baik di Sukoharjo, Wonogiri, Klaten dan Sragen. Di Klaten angin kencang merusak dua rumah di dua desa di Kecamatan Ceper akibat tertimpa pohon tumbang, Rabu (7/2). Dua rumah yang rusak tertimpa pohon adalah milik Raji Jito Wiryo (56) di Dukuh Jagan Desa Kurung Kecamatan Ceper dan milik Priyo Miharjo (60) di Dukuh Kujon Desa Kujon.

Salah satu pemilik rumah yang tertimpa pohon, Raji, mengatakan hujan deras turun sejak sore hari menjelang senja. Selepas maghrib, angin kencang mulai bertiup dari arah timur dan utara di tengah hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut. Tiba-tiba tiga pohon yang berada di samping rumahnya ambruk sekaligus. Ketiga pohon tersebut menimpa bagian dapur rumah dan sebuah kamar tidur yang berada dekat dengan dapur. Kepala Desa Kurung, Sarosa, mengatakan selain rumah milik Raji, terdapat beberapa rumah yang mengalami rusak ringan akibat terjangan angin kencang tersebut. Sementara korban akibat angin kencang terdapat dua orang. Seorang korban bernama Alan, warga Dukuh Teloyo yang terluka pada bagian kepala akibat tertimpa tembok pagar dan Marlina, warga Dukuh Putatan yang mengalami syok setelah mendengar gemuruh angin. “Kedua korban dirawat di klinik IPHI Pedan dan saat ini sudah kembali ke rumah,” terangnya.

Sebanyak 26 bangunan di Kecamatan Ngadirojo dan Girimarto juga rusak akibat diterpa hujan disertai angin puting beliung, Rabu (6/2) sore. Total kerugian sekitar Rp 80 juta akibat rumah tertimpa pohon dan genteng yang berserakan. Sebuah bangunan PAUD dan balai desa juga rusak. Di kecamatan Ngadirojo ada dua rumah yang mengalami kerusakan, sementara di Kecamatan Girimarto ada 19 rumah mengalami kerusakan. Camat Girimarto, Edhy Tri Hadyantho mengatakan angin juga merusak atap Balaidesa Jatirejo dan tiga rumah di Dusun Bendosari. “Secara umum semua hanya rusak ringan. Kerugian sekitar Rp 27 juta. Bantuan genteng sudah kami carikan dari sekolah dan warga yang memiliki genteng tidak terpakai,” jelasnya.

Di  Sragen, hujan deras dan angin puting beliung, Rabu (7/2) merusak puluhan rumah di Kecamatan Mondokan.  Selain itu hujan juga merusak beberapa infrastruktur, seperti jembatan di Dukuh Kenteng RT 014 Desa Gemantar, gorong-gorong di Dukuh Ceranggeng, Desa Gemantar dan pos ronda di Dukuh Guli RT 2 Desa Gemantar rusak. Sementara, Kamis (7/2) pihak Muspika dan PMI Kabupaten Sragen langsung menyambangi lokasi untuk menyalurkan bantuan. Samsuri, Camat Kecamatan Mondokan mengatakan untuk meringankan beban korban angin puting beliung ini PNPM dan juga PMI langsung memberikan bantuan kepada para kurban. Dari PNPM yang membantu dana rehabilitasi untuk rumah roboh sebesar Rp  1 juta dan 20 rumah yang mengalami rusak ringan dan sedang mendapat bantuan Rp 200.000- Rp 300.000.

Sementara diperkirakan angin puting beliung masih akan mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan awal Februari ini ancaman hujan deras disertai angin besar perlu diwaspadai. Sebelumnya di angin puting beliung menerjang yakni Kartasura, Gatak, dan Baki, Rabu (6/2).  Puting beliung tersebut merusak 103 rumah Kecamatan Kartasura dan 167 rumah di Kecamatan Baki.  “Kalau awal Februari ini, banjir sepertinya peluang cukup kecil. Namun, bukan berarti kami menyepelekan, tapi yang perlu diwaspadai adalah angin,” kata Muklis, Komandan SAR Sukoharjo..

Setelah tiga kecamatan yakni Baki, Gatak, dan Kartasura, pihaknya memprediksi angin puting beliung masih bisa merembet di wilayah lain. Prediksi itu mengarah pada analisa titik-titik bencana yang segaris lurus. “Seperti di Kartasura angin terjadi melintasi satu garis dimulai dari Windan dan Kudusan Desa Gumpang kemudian ke Gatak dan Baki. Nah, dimungkinkan musibah angin melanda Grogol, Mojolaban dan Polokarto,” ujarnya. Wardoyo|Eko|Murni|Angga

 

BAGIKAN