Dua Seteru Bertemu di Imlek

Dua Seteru Bertemu di Imlek

181

180213nwar IbrahimKUALA LUMPUR–Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dikabarkan bertatap muka dengan seterunya, Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Minggu (17/2) di perayaan bersama Tahun Baru China yang diselenggarakan oleh Dong Jaio Zong, kelompok organisasi pendidikan yang berpengaruh, di New Era College, Kajang, Malaysia.

Kajang terletak hanya 21 kilometer dari Kuala Lumpur dan masuk sebagai distrik dari negara bagian Selangor. Kabarnya Najib mau menghadiri undangan Dong Jiao Zong, yang nama resminya United Chinese School Committees’ Association of Malaysia (UCSCAM). Najib akan menjadi perdana menteri Malaysia pertama yang menghadiri perayaan Imlek yang diselenggarakan UCSCAM.

Undangan ini bisa dibilang sebagai kemenangan besar bagi Najib, karena ia sudah lama ingin mendapat dukungan politik dari masyarakat China Malaysia. Undangan ini menjadi pertanda perkembangan politik signifikan bagi Malaysia, tulis Asian Broadcasting Network (ABN) Malaysia, Sabtu (16/2).

Sementara itu, dalam blognya, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan tokoh senior Democratic Action Party (yang masuk dalam Koalisi Pakatan Rakyat) Lim Kit Siang akan mempimpin rombongan Pakatan Rakyat menghadiri perayaan Imlek yang sama pada pukul 11.00. Najib dijadwalkan berada di perayaan Imlek ini dari jam 10.00 hingga 10.30.

Kemarin Anwar bilang tak akan menampik bertemu Najib, seandainya keduanya terpaksa bertemu di acara perayaan Imlek itu. Baik Anwar maupun Najib sepakat menghadiri perayaan Imlek ini. Najib mengonfirmasikan kedatangannya pada Kamis (14/2), sedangkan Anwar pada Jumat (15/2).

Anwar bilang: “Apa masalahnya (bertemu dia)? Perjuangan saya bukan bersifat personal, saya tak akan berkelahi dengan dia,” katanya saat ditanya wartawan apakah bakal berjumpa Najib, seperti dikutip Inilah dati Malaysia Today.

Anwar sudah lama tak jumpa Najib. Terakhir mereka bertemu di luar parlemen pada tahun 2008. Anwar tak khawatir jika Najib mengumumkan bahwa pemerintah Malayisa akan mengakui Ijazah Kelulusan Bersama (UEC) sekolah-sekolah China di Malaysia.

“Mengakui UEC adalah kebijakan umum tiga pihak di Pakatan Rakyat tiga tahun yang lalu. Sedangkan Najib baru sekarang mengakui, hanya sebulan sebelum pemilihan umum. Itu perbedaan yang besar,” ujar Anwar bersemangat.

Tapi, tambah Anwar, pengakuan terhadap sekolah-sekolah China atau Tamil harus dengan syarat para siswa juga harus cakap berbahasa Melayu.

 Tri Hatmodjo

BAGIKAN