JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Dua Warga Sleman Tewas Terserang DBD

Dua Warga Sleman Tewas Terserang DBD

217
Ilustrasi

SLEMAN-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah menewaskan dua orang warga di Sleman. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) belum juga menetapkan kejadian luar biasa (KLB) pada kasus tersebut. Selama kurun Januari-Februari 2013 tercatat 146 pasien DBD, dan dua di antaranya meninggal.

Sri Purnomo, Bupati Sleman mengatakan, peningkatan penderita DBD hingga bulan ini belum melewati batas ukuran maksimal kriteria KLB. Meskipun demikian, dia mengimbau agar warga tetap berupaya melakukan pencegahan guna mengurangi potensi penyakit tersebut.

“Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan mengantisipasi genangan air, harus dibangun,” kata Sri dalam acara monitoring gerakan Jumat Bersih di Dusun Gelemo, Gamping, Sleman, Jumat (15/2).

Karena itu, dia mengimbau agar para kader anti-jentik masyarakat, tidak hanya melakukan pengecekan di rumah-rumah warga. Melainkan juga memberi imbauan mengenai tindakan preventif yang harus dilakukan. Dia menambahkan, rencananya pihak Pemkab akan melakukan peninjauan rutin di beberapa lokasi yang dianggap potensial terserang DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan, bulan Januari kemarin telah terjadi 133 kasus DBD, namun ukuran maksimal KLB yakni 148 kasus. Sedangkan untuk Februari baru terjadi 13 kasus dari batas maksimal 120 kasus. Demam berdarah menyebar di 17 kecamatan yang ada. Pada tahun 2011 jumlah kasus demam berdarah sebanyak 166 kasus, tahun 2012 ada 236 kasus.

Waspada Cikungunya

Untuk antisipasi merebaknya penyakit dari nyamuk Aedes aegypti itu, penyuluhan dan pemantauan jentik di masyarakat dioptimalkan. Saat ada tinjauan di rumah warga Dusun Gamol itu, dari 53 rumah ternyata tingkat kebersihan rumah hanya mencapai 51 persen. Sehingga masyarakat perlu meningkatkan kebersihan rumah dan lingkungannya.  “Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit menular vector nyamuk Aedes aegypti yang menjadi masalah kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Cahya Purnama, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Linkungan (P2PL), Dinkes Sleman, menambahkan selain DBD, warga juga harus mengantisipasi Cikungunya. Berdasarkan laporan, saat ini sekitar 69 orang yang diduga menderita penyakit tersebut. “Sosialisasi masyarakat harus terus ditingkatkan, agar kedua jenis penyakit ini tidak terus menyebar,” kata Purnama.

Antara

BAGIKAN