JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Dugaan Korupsi TIK Dinilai Tidak Logis

Dugaan Korupsi TIK Dinilai Tidak Logis

319

WONOGIRI– Penetapan tersangka terhadap salah satu rekanan pengadaan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 40 SMP di Wonogiri tahun 2011, dinilai tak logis. Sebab, rekanan hanya sebagai pihak yang menjual.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum salah satu rekanan, Hari Sulistyono, Rabu (13/2). “Rekanan kan hanya pihak yang menjual. Selama yang membeli mau kan tidak masalah. Kalau dikatakan barang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan tapi malah dibeli, lalu yang salah siapa? Masa tiba-tiba menjadi tersangka korupsi. Yang perlu diingat, korupsi itu sistem. Tidak bisa satu saja yang terlibat,”ujar Hari.

Menurutnya, hingga kini pun belum terungkap spesifikasi mana yang tidak sesuai dengan barang yang diadakan. Penanganan kasus ini lambat karena hanya satu yang menjadi tersangka dan itu pun tidak begitu menyasar karena pihak rekanan yang dijadikan tersangka. “Kalau dinilai logis, yang salah kan yang mengeluarkan uang. Itu kalau dugaannya korupsi. Bayu, klien kami hanya rekanan. Kalaupun salah terlibat pasal turut serta, bukan tersangka utama,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri, Muhaji mengatakan tidak semua kasus korupsi mudah penanganannya. “Penanganan lebih cepat lebih baik, tapi kenyataan di lapangan yang membuat penanganan kasus korupsi bisa berbeda-beda waktunya. Terlebih menyangkut banyak pihak,” jelasnya.

Kasi Pidana Khusus, Sucipto mengatakan justru spesifikasi barang yang diadakan yang menjadi kendala penyidikan. Nama tersangka belum ditetapkan, masih sebatas dugaan. “Saat ini pun masih tahap penyidikan,” terangnya.

Seperti diberitakan, kejaksaan sempat menyatakan ada dua tersangka yakni dari rekanan dan dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik). Namun akhirnya direvisi dam hanya satu tersangka saja, yakni rekanan. Satu SMP mendapat anggaran Rp 31 juta untuk pengadaan komputer, proyektor dan alat teknologi komunikasi lainnya. Kewenangan memilih rekanan oleh kepala sekolah dan sempat diduga ada penunjukan oleh pihak Disdik.

Eko Sudarsono

BAGIKAN