JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Dugaan Penggelembungan Suara Warnai Pilkades Lempong

Dugaan Penggelembungan Suara Warnai Pilkades Lempong

316
BAGIKAN
PERUBAHAN JUMLAH  SUARA - Salah satu cakades Lempong, Jenawi, Yaqub Ardani, menunjukkan berita acara Pilkades yang telah dirubah dan dicoret oleh panitia, kemarin (25/2). Muhammad Ikhsan
PERUBAHAN JUMLAH SUARA – Salah satu cakades Lempong, Jenawi, Yaqub Ardani, menunjukkan berita acara Pilkades yang telah dirubah dan dicoret oleh panitia, kemarin (25/2). Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR—Dugaan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mewarnai Desa Lempong, Kecamatan Jenawi. Panitia Pilkades setempat diduga melakukan penggelembungan suara untuk memenangkan salah satu Kades terpilih.

Hal tersebut diungkapkan oleh calon Kades yang menduduki peringkat kedua, Yaqub Ardani, Senin (25/2). Menurutnya,  kecurangan tersebut bisa dilihat di berita acara Pilkades, yang mana jumlah pemilih mengalami perubahan. Di berita acara nomor 22 terdapat jumlah pemilih yang diganti dan dicoret oleh panitia.

Pada berita acara tersebut jumlah pemilih awalnya berjumlah 2.579, dicoret dan diganti menjadi 2.643 pemilih. Selain itu jumlah warga yang tidak hadir berjumlah 921 warga dicoret dan diganti menjadi 857 warga. Sedangkan untuk surat suara rusak berjumlah 81 suara.

“Usai penghitungan suara, yang diperlihatkan kepada saksi dan para calon itu data yang sebelum dicoret dan diganti. Perubahan ini juga telah memicu reaksi warga dengan menggelar demonstrasi pada Jumat (22/2) lalu,” kata Yaqub.

Selain itu, berdasarkan data dalam berita acara tersebut jumlah pemilih pada data awal berbeda dengan jumlah perolehan suara yang diterima oleh setiap calon Kades dan suara rusak. Untuk calon Kades nomor urut satu Sukarno, memperoleh 919 suara, calon Kades nomor dua Sugeng Santoso 524 suara, calon Kades tiga Yaqub Ardani nomor tiga memperoleh 897 suara, dan calon Kades nomor empat Tugimin memperoleh 222 suara. “Jumlah total yang memilih itu sebanyak 2.562 suara, yang rusak 81 suara. Ini jumlahnya saja sudah beda,” kata Yaqub.

Atas ketidaksesuaian data antara berita acara dengan penghitungan kotak suara dan jumlah undangan tersebut, Yaqub akan melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib.

Saat dikonfirmasi via telepon, Ketua Panitia Pilkades Lempong, Suwardi belum bisa berkomentar banyak. Ia mengaku masih sibuk meski sudah dihubungi beberapa kali.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Karanganyar, Karwadi mendesak agar Pemkab Karanganyar turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebab ada dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh panitia Pilkades. “Ini harus segera diselesaikan Pemkab sebelum pelantikan Kades terpilih pada 21 Maret mendatang. Jika terbukti ini merupakan masalah pidana. Sanksi administrasi pun harus diberikan oleh Pemkab,” tegas Karwadi. Muhammad Ikhsan