JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Edu Park, Oase di Tengah Kota

Edu Park, Oase di Tengah Kota

1954
BAGIKAN

Selain sebagai kegiatan penghijauan, sarana pembelajaran dan pendidikan terhadap mahasiswa UMS, Edu Park, juga sebagai tempat rekerasi bagi masyarakat sekitar.

KONSERVASI–Hutan Kota Edu Park Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berada di Timur Hotel Lorin Residence menjadi wilayah konservasi sekaligus edukasi bagi masyarakat. Tim UMS

Polusi udara bisa terkurangi dengan  adanya tumbuhan-tumbuhan serta pohon-pohon besar. Seperti di Kota Solo dengan slogan Spirit of Java-nya ini, lalu-lalang kendaraan, disertai tingkat kepadatan lalu-lintas yang tinggi tersebut seringkali membuat hawa panas semakin menjadi. Namun, ada sebagian jalan yang teduh berkat pohon-pohon besar di tepi jalan. Dengan adanya permasalahan tersebut ternyata Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), memiliki inisiatif untuk turut serta, mengatasi pemanasan global. UMS membangun hutan kota yang berada di Timur Hotel Lorin Residence. Hutan kota tersebut pun, diberi nama Edu Park.

Prof Dr Bambang Setiaji, Rektor UMS menegaskan, dibangunnya hutan kota tersebut, selain memiliki tujuan untuk melestarikan alam, juga sebagai tempat belajar. “Edu Park dibangun, untuk memberi kesadaran pada mahasiswa, supaya mempunyai kesadaran konservasi  (mempertahankan,-red) terhadap lingkungan, partisipasi dalam kegiatan go green, seperti memahami pentingnya kayu, serta pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia,”  ungkap dia.

Senada dengan nama hutan kota tersebut, yakni Edu Park, Bambang kembali menjelaskan fungsi Edu Park untuk mahasiswa, yakni sebagai  pendidikan pelestarian alam. “Mereka kan juga sebagai pemimpin masa depan, jadi juga harus memiliki kecintaan pada hutan atau lingkungan, supaya jangan sampai rusak,” tambahnya.

Lahan seluas kurang lebih 6 hektare tersebut, memiliki keunikan yang lain menurutnya. Selain sebagai kegiatan penghijauan, sarana pembelajaran dan pendidikan terhadap mahasiswa UMS, Edu Park, juga sebagai tempat rekerasi bagi masyarakat sekitar. “Hal yang unik dan berbeda dari Edu Park ini, adanya beberapa space yang diperuntukkan untuk anak-anak sebagai tempat bermain, semacam labirin yang saat ini tingginya masih setengah-meteran. Jadi, Edu Park diperuntukkan bagi semua kalangan usia yang ingin menghirup oksigen yang baik, maupun jogging pagi di hutan, serta supaya mereka juga merasakan memiliki hutan tersebut. Sebab, nantinya di Edu Park akan di bangun juga  restoran bernuansa alami,” terangnya.

Bambang juga berharap agar masyarakat sekitar turut merasakan, memiliki hutan tersebut. Selain dapat dijadikan sebagai tempat outbond untuk anak TK dan SD, serta tak ketinggalan pula harapannya agar UMS menjadi ikon bagi orang Solo.

Resapan Air

Meneropong dari perspektif Ilmu Geografi, Jumadi, Dosen Fakultas Geografi UMS, mengatakan banyak manfaat hutan yang berpengaruh baik bagi lingkungan sekitar kawasan hutan. “Fungsi yang pertama adalah sebagai sarana pengembangan lingkungan, dan ekosistem alam,” terangnya. Memanasnya suhu bumi atau sering disebut dengan pemanasan global warming memicu kerusakan dan kepunahan ekosistem. Hal itu yang menjadi salah satu faktor dibuatnya hutan kota milik UMS.

Tanaman yang ditanam di hutan tersebut juga berfungsi untuk menyerap gas karbon monoksida dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Singkatnya, daun pada pohon dan tanaman berfungsi sebagai filter bahan padat dari emisi seperti CO, CO2 dan timbel yang meningkatkan nilai oktan pada sisa pembakaran kendaraan bermotor. “Letak hutan yang di pinggir jalan raya diharapkan efektif untuk paru-paru kota.  Sehingga dapat menciptakan udara yang sehat,” ujarnya.

Mengingat banyaknya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir-akhir ini, pembuatan hutan tersebut bermanfaat sebagai infiltrasi daerah resapan air. Daerah resapan air sangat dibutuhkan di daerah yang semakin padat penduduk. “Daerah resapan air bermanfaat untuk konservasi air tanah. Jadi dimaksudkan untuk mereduksi ketimpangan kebutuhan air yang semakin tinggi dengan merosotnya lahan infiltrasi air,” paparnya.

Berkaca dari rentetetan fungsi dan manfaat itulah, pihak UMS menyediakan Hutan Kota Edu Park sebagai wujud program pembangunan lingkungan dan pemeliharaan bumi yang hijau. Jumadi juga berpesan, agar setiap insan manusia harus selalu sadar terhadap keselamatan lingkungan hidup. “Bisa dimulai dari diri sendiri, melalui hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Juga bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan kertas yang notabene terbuat dari kulit pohon,” tegasnya.  Tim UMS